Mengatur DNS Cloudflare untuk domain baru merupakan langkah penting agar website dapat diakses melalui alamat domain yang sudah didaftarkan. Proses ini melibatkan beberapa pengaturan, mulai dari menambahkan domain ke Cloudflare, mengganti nameserver di registrar, hingga mengarahkan DNS record ke server hosting yang digunakan.
Bagi pemilik website baru, proses tersebut terkadang membingungkan karena domain, hosting, nameserver, dan DNS record memiliki fungsi yang berbeda. Kesalahan memasukkan alamat IP atau menghapus record penting juga dapat membuat website tidak bisa dibuka, email domain berhenti berfungsi, atau layanan lain mengalami gangguan.
Sebenarnya, konfigurasi DNS Cloudflare dapat dilakukan tanpa harus menguasai administrasi server secara mendalam. Anda hanya perlu mengetahui alamat IP hosting, memahami record yang dibutuhkan, serta memastikan pengaturan di Cloudflare sesuai dengan layanan yang digunakan.
Panduan ini membahas proses konfigurasi dari awal hingga akhir, termasuk cara memeriksa propagasi DNS dan memperbaiki masalah ketika website masih menampilkan error setelah nameserver diganti.
Pengertian DNS Cloudflare dan Fungsinya untuk Domain Baru
DNS (Domain Name System) adalah sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi informasi yang dibutuhkan untuk menemukan server tujuan. Dengan DNS, pengunjung cukup mengetikkan alamat seperti contohdomain.com tanpa harus mengingat alamat IP server website.
Cloudflare menyediakan layanan DNS yang dapat digunakan untuk mengelola hubungan antara domain dan berbagai layanan, termasuk website, subdomain, serta server email. Ketika domain baru ditambahkan ke Cloudflare dan nameserver-nya diarahkan dengan benar, pengelolaan DNS dapat dilakukan melalui dashboard Cloudflare.
Namun, perlu dipahami bahwa Cloudflare bukan penyedia hosting website dalam konfigurasi DNS standar. Jika website Anda menggunakan hosting dari penyedia lain, file website dan database tetap berada di server hosting tersebut, sedangkan Cloudflare membantu mengelola DNS dan, jika proxy diaktifkan, menjadi perantara lalu lintas web.
Perbedaan Domain, Hosting, Nameserver, dan DNS Record
Sebelum melakukan konfigurasi, pahami terlebih dahulu empat komponen yang saling berkaitan berikut ini.
| Komponen | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Domain | Alamat yang digunakan untuk mengakses website | contohdomain.com |
| Hosting | Tempat menyimpan file dan database website | Hosting cPanel atau VPS |
| Nameserver | Menentukan layanan DNS yang berwenang mengelola domain | Nameserver Cloudflare |
| DNS record | Mengarahkan domain ke server atau layanan tertentu | Record A menuju alamat IP hosting |
Keempat komponen tersebut bekerja secara berurutan. Domain menjadi alamat website, nameserver menentukan tempat pengaturan DNS, sedangkan DNS record memberi tahu sistem ke mana permintaan untuk domain tersebut harus diarahkan.
Sebagai contoh, Anda membeli domain melalui registrar dan menyewa hosting dari penyedia berbeda. Setelah domain ditambahkan ke Cloudflare, nameserver domain diubah ke nameserver yang diberikan Cloudflare, lalu record A dikonfigurasi menggunakan alamat IP hosting.
Jika semua pengaturan sudah sesuai dan server hosting siap menerima permintaan, pengunjung dapat membuka website menggunakan domain tersebut.
Manfaat Menggunakan DNS Cloudflare
Salah satu manfaat Cloudflare adalah menyediakan pengelolaan DNS melalui dashboard terpusat. Anda dapat mengubah alamat IP server, menambahkan subdomain, atau mengatur record layanan tanpa harus memindahkan pendaftaran domain ke Cloudflare.
Cloudflare juga menyediakan fitur proxy untuk jenis record yang didukung. Ketika proxy aktif, permintaan web dapat melewati jaringan Cloudflare sehingga Anda bisa memanfaatkan fitur seperti caching, perlindungan terhadap lalu lintas berbahaya, dan penyembunyian alamat IP origin dari pengunjung umum.
Meski demikian, tidak semua record harus menggunakan proxy. Record untuk layanan email, misalnya, umumnya harus menggunakan mode DNS only agar koneksi email dapat menuju server yang sebenarnya.
Cloudflare juga tidak otomatis memperbaiki semua masalah website. Jika hosting mengalami gangguan, konfigurasi virtual host salah, atau sertifikat SSL di server belum sesuai, website masih bisa mengalami error meskipun DNS sudah benar.
Persiapan Sebelum Menghubungkan Domain ke Cloudflare
Sebelum menambahkan domain ke Cloudflare, siapkan informasi yang diperlukan agar proses konfigurasi berjalan lancar. Persiapan ini penting terutama jika domain sebelumnya sudah digunakan untuk website, email bisnis, atau layanan lain.
Untuk domain yang benar-benar baru, pengaturannya biasanya lebih sederhana karena belum banyak record yang perlu dipertahankan. Namun, Anda tetap harus memastikan bahwa domain sudah aktif dan layanan hosting siap digunakan.
1. Pastikan Domain Sudah Terdaftar
Domain harus sudah berhasil didaftarkan melalui registrar, yaitu penyedia tempat Anda membeli atau mengelola nama domain. Pastikan status domain aktif dan tidak sedang mengalami masalah pembayaran atau verifikasi.
Jika domain belum selesai didaftarkan, perubahan nameserver mungkin tidak dapat dilakukan atau belum langsung diterapkan. Periksa juga apakah Anda memiliki akses ke akun registrar karena proses penggantian nameserver dilakukan dari layanan tersebut, bukan hanya melalui Cloudflare.
2. Siapkan Alamat IP Hosting
Informasi berikutnya yang perlu disiapkan adalah alamat IP server hosting. Untuk website yang menggunakan shared hosting, informasi ini biasanya tersedia di dashboard hosting, halaman informasi akun, atau panel cPanel.
Jika menggunakan VPS atau server sendiri, gunakan alamat IP publik yang benar dan pastikan server telah dikonfigurasi untuk menerima permintaan melalui domain tersebut. Jangan menggunakan alamat IP yang hanya berlaku di jaringan lokal, seperti alamat privat 192.168.x.x atau 10.x.x.x.
Alamat IP tersebut nantinya digunakan untuk membuat DNS record A. Jika penyedia hosting memberikan alamat IP khusus untuk website, gunakan alamat yang ditentukan oleh penyedia tersebut.
3. Periksa DNS Record yang Sudah Ada
Jika domain pernah digunakan, catat seluruh DNS record sebelum mengganti nameserver. Record yang perlu diperiksa meliputi A, AAAA, CNAME, MX, TXT, serta record lain yang digunakan untuk layanan khusus.
Informasi ini penting karena mengganti nameserver tidak berarti semua konfigurasi lama otomatis tersalin dengan sempurna. Cloudflare biasanya mencoba mengimpor record yang terdeteksi, tetapi Anda tetap perlu memeriksa hasilnya secara manual.
Khusus domain yang digunakan untuk email, jangan sampai record MX dan TXT untuk SPF, DKIM, atau DMARC hilang. Kesalahan pada bagian tersebut dapat mengganggu pengiriman dan penerimaan email.
4. Pastikan Akses ke Akun Cloudflare dan Registrar
Anda memerlukan akun Cloudflare untuk menambahkan domain dan mengelola DNS. Jika belum memiliki akun, buat akun melalui situs resmi Cloudflare, kemudian masuk ke dashboard.
Siapkan pula akses ke akun registrar tempat domain didaftarkan. Beberapa registrar menyediakan menu nameserver di bagian pengelolaan domain, sementara yang lain menempatkannya di menu DNS atau pengaturan domain lanjutan.
Checklist sebelum memulai:
- Domain sudah terdaftar dan aktif.
- Hosting sudah tersedia jika website akan langsung dipublikasikan.
- Alamat IP server sudah diketahui.
- Akses akun Cloudflare dan registrar tersedia.
- DNS record lama sudah dicatat jika domain pernah digunakan.
- Informasi email domain sudah disiapkan jika layanan email digunakan.
Dengan persiapan tersebut, Anda dapat mengurangi risiko salah konfigurasi dan tidak perlu menebak-nebak informasi ketika memasuki tahap pengaturan DNS.
Cara Menambahkan Domain Baru ke Dashboard Cloudflare
Setelah semua informasi tersedia, langkah selanjutnya adalah menambahkan domain ke Cloudflare. Tahap ini bertujuan agar Cloudflare mengenali domain Anda dan menyediakan pengaturan DNS yang akan digunakan setelah nameserver diarahkan ke layanan tersebut.
Tampilan dashboard dapat berubah mengikuti pembaruan antarmuka Cloudflare. Namun, alur umumnya tetap sama, yaitu menambahkan situs, memilih paket layanan, memeriksa DNS record, kemudian memperoleh nameserver yang harus dipasang pada registrar.
Langkah 1: Login ke Dashboard Cloudflare
Buka situs resmi Cloudflare melalui browser, lalu masuk menggunakan akun yang sudah dibuat. Setelah berhasil login, Anda akan diarahkan ke dashboard untuk mengelola situs dan layanan Cloudflare.
Pastikan Anda masuk ke akun yang benar, terutama jika mengelola beberapa domain. Pengaturan DNS hanya berlaku untuk zona domain yang dipilih sehingga perubahan pada domain lain tidak akan membantu memperbaiki konfigurasi website yang sedang dikerjakan.
Langkah 2: Tambahkan Domain Baru
Cari menu untuk menambahkan situs, yang umumnya ditampilkan dengan tombol seperti Add a domain atau Add site. Masukkan nama domain yang ingin dihubungkan, misalnya contohdomain.com.
Masukkan nama domain utama tanpa menambahkan protokol http:// atau https:// dan tanpa path halaman. Untuk domain utama, cukup masukkan nama domain beserta ekstensinya.
Jika domain yang ditambahkan adalah contohdomain.com, subdomain seperti blog.contohdomain.com biasanya dikelola melalui DNS di zona domain utama tersebut. Anda tidak perlu menambahkan setiap subdomain sebagai situs terpisah untuk konfigurasi DNS biasa.
Langkah 3: Pilih Paket Cloudflare
Cloudflare menyediakan beberapa paket dengan fitur dan batasan berbeda. Untuk website pribadi atau blog yang baru dimulai, paket Free sering kali sudah cukup untuk mengelola DNS dan memanfaatkan sejumlah fitur dasar.
Pilih paket sesuai kebutuhan, kemudian lanjutkan ke tahap pemeriksaan DNS. Jangan menganggap bahwa paket berbayar wajib digunakan hanya agar domain bisa diarahkan ke hosting.
Fitur tambahan seperti kemampuan keamanan tertentu atau konfigurasi tingkat lanjut dapat bergantung pada paket yang dipilih. Namun, fungsi dasar mengarahkan domain melalui DNS tidak selalu membutuhkan langganan berbayar.
Langkah 4: Periksa DNS Record yang Diimpor
Cloudflare akan menampilkan record DNS yang terdeteksi atau diimpor dari konfigurasi yang tersedia. Periksa apakah record tersebut sesuai dengan layanan yang ingin digunakan.
Untuk website sederhana, record A biasanya mengarahkan domain utama ke alamat IP hosting. Jika menggunakan subdomain www, record tersebut dapat berupa CNAME yang mengarah ke domain utama, atau konfigurasi lain sesuai kebutuhan hosting.
Jika domain benar-benar baru dan belum memiliki record, Anda mungkin perlu membuat record secara manual setelah zona domain tersedia. Pastikan alamat IP yang akan digunakan berasal dari informasi resmi penyedia hosting.
Langkah 5: Catat Nameserver Cloudflare
Setelah domain ditambahkan, Cloudflare akan memberikan dua nameserver yang ditetapkan untuk domain tersebut. Bentuknya biasanya berupa nama host dengan domain ns.cloudflare.com, tetapi nama persisnya berbeda untuk setiap zona.
Catat kedua nameserver tersebut dengan teliti. Jangan menyalin nameserver dari tutorial, domain lain, atau contoh yang ditemukan di internet karena setiap domain harus menggunakan nameserver yang ditetapkan Cloudflare untuk zona miliknya.
Pada tahap ini, domain mungkin belum sepenuhnya menggunakan DNS Cloudflare. Perubahan baru berlaku setelah nameserver pada registrar diperbarui dan perubahan tersebut dikenali oleh sistem DNS.
Langkah Mengganti Nameserver Domain di Registrar ke Nameserver Cloudflare
Mengganti nameserver adalah tahap yang menghubungkan pengelolaan domain di registrar dengan konfigurasi DNS Cloudflare. Setelah perubahan diterapkan, Cloudflare menjadi layanan DNS yang berwenang untuk domain tersebut.
Perlu dibedakan antara registrar dan penyedia DNS. Registrar merupakan tempat Anda mendaftarkan domain, sedangkan Cloudflare akan menangani pengelolaan DNS setelah nameserver diarahkan ke sana.
Langkah 1: Buka Pengelolaan Domain di Registrar
Login ke akun tempat Anda membeli domain. Buka daftar domain, kemudian pilih domain yang ingin dihubungkan ke Cloudflare.
Cari menu seperti Nameservers, Change Nameservers, Manage Domain, atau DNS Settings. Nama menu bergantung pada registrar, sehingga tampilannya mungkin berbeda antara penyedia domain lokal dan internasional.
Jangan mengubah pengaturan lain secara sembarangan. Fokus pada bagian nameserver, bukan pengaturan transfer domain, DNSSEC, atau penguncian domain, kecuali memang ada instruksi khusus yang perlu dilakukan.
Langkah 2: Ganti Nameserver Lama
Pilih opsi untuk menggunakan nameserver khusus atau custom nameservers jika registrar masih menggunakan nameserver bawaan. Hapus nameserver lama hanya pada kolom yang memang dimaksudkan untuk diganti.
Masukkan kedua nameserver yang diberikan Cloudflare. Periksa kembali ejaan setiap karakter, lalu simpan perubahan. Jika registrar meminta dua kolom nameserver, masukkan satu nama host pada setiap kolom. Jangan memasukkan alamat IP hosting karena nameserver bukanlah alamat server website.
Langkah 3: Tunggu Konfirmasi Perubahan
Setelah disimpan, registrar mungkin menampilkan notifikasi bahwa perubahan nameserver sedang diproses. Cloudflare juga dapat menunjukkan status seperti Pending Nameserver Update atau pesan bahwa nameserver belum diarahkan dengan benar.
Status tersebut tidak selalu berarti konfigurasi gagal. Perubahan pada sistem DNS membutuhkan waktu untuk dikenali oleh berbagai resolver, sedangkan status aktivasi di dashboard dapat diperbarui setelah pemeriksaan berikutnya.
Periksa kembali nama nameserver jika status tidak berubah dalam waktu yang wajar. Pastikan tidak ada kesalahan pengetikan atau nameserver lama yang masih tercantum.
Langkah 4: Periksa Status Aktivasi di Cloudflare
Kembali ke dashboard Cloudflare dan buka domain yang baru ditambahkan. Periksa apakah status zona sudah menunjukkan bahwa domain aktif atau berhasil menggunakan nameserver Cloudflare.
Jika masih menunggu, ikuti petunjuk yang ditampilkan pada dashboard. Dalam beberapa kasus, proses dapat memerlukan beberapa jam dan perubahan DNS secara global bisa membutuhkan waktu lebih lama.
Catatan penting: Jika domain menggunakan DNSSEC dari penyedia sebelumnya, perubahan nameserver yang dilakukan tanpa menyesuaikan konfigurasi DNSSEC dapat menyebabkan validasi DNS gagal. Akibatnya, domain mungkin tidak dapat diakses oleh resolver yang melakukan validasi.
Untuk menghindari masalah tersebut, periksa status DNSSEC sebelum migrasi. Jika registrar dan penyedia DNS memiliki pengaturan DS record, ikuti panduan migrasi DNSSEC yang sesuai. Jangan menghapus atau mengubah record DS secara asal karena kesalahan dapat membuat seluruh resolusi domain gagal.
Cara Mengatur DNS Record A, CNAME, dan MX agar Sesuai dengan Server Website
Setelah nameserver diarahkan ke Cloudflare, langkah penting berikutnya adalah memastikan DNS record mengarah ke server dan layanan yang benar. DNS record menentukan tujuan berdasarkan nama host dan jenis layanan yang digunakan.
Anda dapat membuka menu DNS pada dashboard Cloudflare, lalu masuk ke bagian Records. Di sana, Anda bisa melihat record yang sudah tersedia atau menambahkan record baru sesuai kebutuhan website.
Memahami Fungsi Record A, CNAME, dan MX
Sebelum menambahkan record, pahami perbedaan ketiga jenis berikut agar tidak salah memasukkan informasi.
| Jenis record | Fungsi | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| A | Mengarahkan nama host ke alamat IPv4 | Domain menuju IP hosting |
| CNAME | Membuat alias yang mengarah ke nama domain lain | www mengarah ke domain utama |
| MX | Menentukan server penerima email untuk domain | Email domain menuju server email |
Record A umumnya menjadi pengaturan utama untuk website yang menggunakan alamat IPv4. Record CNAME berguna untuk subdomain yang mengikuti nama domain lain, sedangkan MX digunakan untuk layanan email masuk.
Ketiga record tersebut tidak dapat saling menggantikan. Mengisi record MX dengan alamat IP hosting, misalnya, bukan cara yang benar untuk mengarahkan website dan tidak akan membuat email berfungsi.
1. Mengatur Record A untuk Domain Utama
Record A digunakan untuk mengarahkan domain utama ke alamat IPv4 server website. Jika hosting memberikan IP 203.0.113.10, angka tersebut hanya dapat dipakai sebagai ilustrasi karena termasuk alamat yang dicadangkan untuk dokumentasi, bukan IP hosting publik yang seharusnya digunakan.
Untuk membuat record A, buka menu DNS Cloudflare dan pilih Add record. Isi kolom dengan pengaturan berikut, menggunakan data asli dari penyedia hosting Anda.
| Kolom | Pengaturan |
|---|---|
| Type | A |
| Name | @ atau nama domain utama sesuai format dashboard |
| IPv4 address | Alamat IP hosting yang sebenarnya |
| TTL | Auto, jika tersedia |
| Proxy status | Proxied atau DNS only sesuai kebutuhan |
Pada banyak konfigurasi Cloudflare, simbol @ digunakan untuk menandai domain utama. Jika dashboard menampilkan nama domain secara otomatis, ikuti format yang disediakan.
Jika website menggunakan layanan web yang mendukung proxy Cloudflare, Anda dapat mengaktifkan status Proxied. Jika ingin menguji koneksi langsung atau layanan tersebut tidak mendukung proxy, gunakan DNS only sesuai kebutuhan.
Setelah menyimpan record, pastikan tidak ada record A lain yang mengarahkan nama host yang sama ke alamat yang salah. Beberapa website memang menggunakan lebih dari satu alamat IP, sehingga record ganda tidak selalu salah, tetapi harus sesuai dengan konfigurasi hosting.
2. Mengatur CNAME untuk Subdomain www
Banyak website dapat dibuka menggunakan dua alamat, yaitu contohdomain.com dan www.contohdomain.com. Agar keduanya berfungsi, subdomain www harus memiliki record DNS yang sesuai.
Jika domain utama sudah diarahkan dengan benar, Anda dapat menggunakan CNAME untuk mengarahkan www ke domain utama. Contoh konfigurasinya sebagai berikut.
| Kolom | Pengaturan |
|---|---|
| Type | CNAME |
| Name | www |
| Target | contohdomain.com |
| TTL | Auto |
| Proxy status | Sesuai kebutuhan website |
Ganti contohdomain.com dengan domain milik Anda sendiri. Pastikan tidak ada record A atau record lain yang bertentangan untuk nama www.
Setelah record disimpan, kedua alamat tersebut seharusnya dapat mengarah ke website yang sama apabila server hosting telah dikonfigurasi untuk menerima keduanya. Jika salah satunya masih gagal, periksa juga pengaturan domain tambahan atau domain alias di panel hosting.
Perlu diingat bahwa DNS hanya mengarahkan permintaan ke tujuan. DNS tidak otomatis mengalihkan pengunjung dari versi non-www ke www, atau sebaliknya, menggunakan redirect HTTP.
Jika ingin semua pengunjung menggunakan satu versi alamat, atur pengalihan melalui konfigurasi hosting, aplikasi website, atau fitur redirect yang sesuai.
3. Mengatur Record MX untuk Email Domain
Record MX digunakan untuk menentukan server yang menerima email masuk bagi domain Anda. Pengaturan ini penting jika menggunakan alamat seperti admin@contohdomain.com atau halo@contohdomain.com.
Nilai MX tidak boleh ditebak berdasarkan alamat IP website. Gunakan hostname dan prioritas yang diberikan oleh penyedia email, seperti layanan email hosting, Google Workspace, atau Microsoft 365.
Untuk membuat record MX, pilih jenis record MX pada menu DNS Cloudflare. Masukkan nama domain atau host yang ditentukan penyedia, hostname server email, serta nilai prioritas sesuai petunjuk layanan email.
Jika domain belum menggunakan email, record MX mungkin belum diperlukan. Namun, apabila Anda berencana memakai email domain, pastikan seluruh record yang diwajibkan penyedia email sudah dibuat sebelum mengandalkan layanan tersebut.
Perhatikan status proxy: Record MX tidak menggunakan proxy HTTP Cloudflare. Hostname server email yang menjadi tujuan MX juga umumnya harus memiliki record DNS berstatus DNS only, bukan Proxied.
Jika email tidak bisa dikirim atau diterima setelah migrasi, periksa record MX terlebih dahulu. Kemudian periksa record TXT untuk SPF, DKIM, dan DMARC karena ketiganya dapat berperan dalam autentikasi email dan pengurangan risiko pemalsuan alamat pengirim.
4. Memahami Status Proxied dan DNS Only
Cloudflare memiliki dua mode penting yang perlu dipahami ketika mengatur DNS record.
Proxied (awan oranye)
Permintaan HTTP dan HTTPS untuk layanan yang didukung melewati jaringan Cloudflare. Mode ini dapat mengaktifkan fitur proxy, caching, serta perlindungan tertentu, sekaligus menyembunyikan alamat IP origin dari pengunjung biasa.
DNS only (awan abu-abu)
Cloudflare hanya memberikan jawaban DNS tanpa menjadi perantara koneksi web. Alamat tujuan akan terlihat dalam hasil resolusi DNS, sehingga mode ini sesuai untuk layanan yang tidak memerlukan proxy atau tidak didukung olehnya.
Untuk website biasa, Proxied sering menjadi pilihan jika hosting kompatibel dengan Cloudflare. Sementara itu, layanan email, server FTP, atau layanan lain yang tidak didukung proxy biasanya harus menggunakan DNS only.
Jika website menampilkan error setelah proxy diaktifkan, coba periksa konfigurasi SSL/TLS Cloudflare, status server origin, dan kompatibilitas layanan. Jangan langsung mengubah semua record ke DNS only tanpa memahami dampaknya terhadap perlindungan dan cara koneksi website bekerja.
5. Periksa Pengaturan SSL/TLS Setelah DNS Berhasil
Website yang menggunakan HTTPS memerlukan konfigurasi sertifikat SSL/TLS yang sesuai. Cloudflare menyediakan beberapa mode enkripsi, dan pemilihan mode harus mempertimbangkan apakah server hosting sudah memiliki sertifikat yang valid.
Mode Full (strict) umumnya direkomendasikan ketika server origin memiliki sertifikat yang valid dan sesuai dengan nama domain. Mode ini mengenkripsi koneksi antara pengunjung dan Cloudflare, serta antara Cloudflare dan server origin dengan validasi sertifikat yang lebih ketat.
Jika hosting belum memiliki sertifikat yang sesuai, koneksi melalui proxy dapat menghasilkan error seperti 525 atau 526. Solusi yang tepat adalah menyiapkan sertifikat pada server origin atau menggunakan konfigurasi SSL yang sesuai dengan kondisi server, bukan sekadar mengganti mode secara acak.
Hindari mengandalkan mode Flexible sebagai solusi permanen tanpa memahami konsekuensinya. Mode tersebut tidak mengenkripsi koneksi dari Cloudflare ke server origin dan dapat menimbulkan masalah pengalihan HTTPS pada beberapa konfigurasi website.
Cara Mengecek Propagasi DNS Cloudflare hingga Website Bisa Diakses
Setelah DNS record selesai dikonfigurasi, Anda perlu memeriksa apakah perubahan sudah dikenali oleh sistem DNS dan website benar-benar bisa diakses. Proses ini sering disebut propagasi DNS, meskipun dalam praktiknya waktu pembaruan juga dipengaruhi cache resolver dan TTL record.
Perubahan nameserver dan perubahan record DNS merupakan dua hal berbeda. Nameserver menentukan penyedia DNS yang berwenang, sedangkan record A atau CNAME menentukan tujuan nama host di dalam zona DNS.
Karena itu, status domain aktif di Cloudflare belum selalu berarti seluruh pengunjung sudah dapat membuka website. Anda perlu memeriksa beberapa bagian untuk memastikan tidak ada masalah pada nameserver, DNS record, atau server hosting.
1. Periksa Status Domain di Dashboard Cloudflare
Buka dashboard Cloudflare dan pilih domain yang sedang dikonfigurasi. Pastikan status zona sudah aktif dan tidak lagi menampilkan peringatan bahwa nameserver belum diarahkan.
Jika status masih menunggu, kembali ke registrar untuk memeriksa nameserver yang terpasang. Pastikan kedua nameserver sesuai dengan yang diberikan Cloudflare dan tidak ada kesalahan pengetikan.
Jika nameserver sudah benar, tunggu pembaruan status dan periksa kembali setelah beberapa waktu. Aktivasi bisa berlangsung relatif cepat, tetapi dalam kondisi tertentu membutuhkan waktu lebih lama karena perubahan di tingkat registrar dan cache DNS.
2. Gunakan DNS Checker untuk Melihat Hasil Resolusi
Anda dapat memakai layanan pemeriksaan DNS seperti DNSChecker atau menjalankan perintah DNS dari komputer. Untuk domain utama, periksa record A dan, jika digunakan, record AAAA.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan alamat IP yang diharapkan pada beberapa lokasi, berarti record sudah terlihat oleh resolver yang diperiksa. Namun, hasil yang berbeda di sejumlah lokasi tidak selalu menandakan kesalahan karena cache resolver dapat diperbarui pada waktu yang berbeda.
Ketika proxy Cloudflare aktif, hasil record A yang terlihat dari luar dapat berupa alamat IP Cloudflare, bukan IP asli hosting. Hal tersebut normal dan tidak berarti konfigurasi record A di dashboard salah.
3. Periksa DNS Menggunakan Command Prompt atau Terminal
Pengguna Windows dapat membuka Command Prompt, sedangkan pengguna Linux dan macOS dapat membuka Terminal. Jalankan perintah berikut untuk memeriksa hasil resolusi DNS.
nslookup contohdomain.com
Ganti contohdomain.com dengan domain yang ingin diperiksa. Perintah tersebut akan menampilkan jawaban DNS dari resolver yang digunakan komputer.
Untuk memeriksa nameserver, Anda dapat menggunakan:
nslookup -type=NS contohdomain.com
Jika ingin memeriksa hasil dari resolver publik tertentu, Anda dapat menggunakan perintah berikut pada sistem yang mendukungnya:
nslookup contohdomain.com 1.1.1.1
Perintah tersebut meminta jawaban dari resolver publik Cloudflare. Jika hasilnya belum sesuai, bandingkan dengan resolver lain dan periksa kembali konfigurasi di dashboard.
Pada Linux atau macOS yang menyediakan utilitas dig, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan:
dig contohdomain.com A
dig contohdomain.com NS
Hasil pemeriksaan perlu dibaca sesuai mode proxy yang digunakan. Jika proxy aktif, IP Cloudflare dapat muncul sebagai jawaban record A, sedangkan jika DNS only aktif, jawaban biasanya menunjukkan alamat tujuan yang dikonfigurasi secara langsung.
4. Uji Website Melalui Browser
Setelah pemeriksaan DNS menunjukkan hasil yang masuk akal, buka domain melalui browser. Uji versi HTTP dan HTTPS jika keduanya relevan, serta periksa alamat dengan dan tanpa www.
Jika website dapat dibuka, periksa apakah halaman tampil normal dan aset seperti gambar, CSS, serta JavaScript ikut dimuat. Website yang hanya menampilkan halaman utama tetapi gagal memuat file pendukung mungkin memiliki masalah pada konfigurasi aplikasi, subdomain, atau jalur file.
Jika browser menampilkan pesan error, catat kode dan jenis kesalahannya. Informasi tersebut dapat membantu membedakan masalah DNS dari masalah server, sertifikat SSL, atau aplikasi website.
5. Pahami Perkiraan Waktu Propagasi DNS
Tidak ada satu waktu propagasi yang berlaku untuk semua domain. Perubahan nameserver dapat dikenali dalam hitungan menit atau jam, tetapi cache resolver dan kondisi registrar dapat membuat sebagian pengguna melihat hasil lama lebih lama.
Sementara itu, perubahan DNS record biasanya mengikuti TTL dan cache resolver yang menyimpan jawaban sebelumnya. Nilai TTL menentukan berapa lama jawaban DNS dapat disimpan dalam cache, tetapi perubahan tidak selalu langsung terlihat di seluruh jaringan setelah record disimpan.
Jangan berulang kali mengganti record hanya karena website belum dapat dibuka dalam beberapa menit. Perubahan berulang justru dapat menyulitkan proses diagnosis, terutama jika Anda belum mengetahui apakah masalah berasal dari DNS, hosting, atau SSL.
6. Mengatasi Website yang Belum Bisa Diakses
Jika website masih gagal dibuka setelah nameserver diganti, lakukan pemeriksaan secara berurutan mulai dari masalah yang paling mudah ditemukan.
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Domain tidak dapat ditemukan | Nameserver salah atau DNS belum terdeteksi | Periksa nameserver di registrar dan status zona |
| Domain mengarah ke server yang salah | Record A atau CNAME tidak sesuai | Cocokkan record dengan informasi hosting |
| Domain utama berfungsi, tetapi www gagal | Record www belum benar | Tambahkan atau perbaiki CNAME/A |
| Error 522 | Cloudflare tidak mendapat respons tepat waktu dari origin | Periksa kondisi server, firewall, dan konektivitas |
| Error 525 atau 526 | Masalah handshake SSL atau validasi sertifikat origin | Periksa sertifikat dan mode SSL/TLS |
| Email domain tidak berfungsi | Record MX atau autentikasi email salah | Periksa MX, SPF, DKIM, dan DMARC |
| Sebagian pengguna masih melihat hasil lama | Cache DNS belum diperbarui | Tunggu TTL atau uji dengan resolver lain |
Jika menggunakan proxy Cloudflare dan muncul error 522, periksa apakah server hosting aktif serta dapat menerima koneksi dari jaringan Cloudflare. Firewall yang memblokir permintaan Cloudflare juga dapat menyebabkan masalah tersebut.
Apabila error hanya terjadi pada HTTPS, periksa sertifikat SSL dan mode enkripsi Cloudflare sebelum mengubah DNS record. Sebaliknya, jika domain sama sekali tidak dapat di-resolve, fokuskan pemeriksaan pada nameserver, DNSSEC, serta record yang tersedia.
Untuk website yang menggunakan CMS seperti WordPress, jangan lupa memeriksa konfigurasi domain di aplikasi. DNS yang benar tidak akan otomatis memperbaiki URL situs, pengaturan redirect, atau virtual host yang masih menggunakan domain lain.
FAQ Seputar Cara Mengatur DNS Cloudflare untuk Domain Baru agar Website Bisa Diakses
1. Apakah Cloudflare bisa digunakan untuk domain yang dibeli dari registrar lain?
Ya, Cloudflare dapat digunakan meskipun domain dibeli melalui penyedia lain. Anda hanya perlu menambahkan domain ke Cloudflare, lalu mengganti nameserver di registrar menggunakan nameserver yang diberikan untuk domain tersebut.
2. Apakah domain langsung aktif setelah nameserver diganti?
Tidak selalu. Registrar perlu menerapkan perubahan dan resolver DNS harus mengenali konfigurasi terbaru. Website bisa aktif dalam waktu relatif singkat, tetapi sebagian pengguna mungkin masih mendapatkan jawaban lama karena cache DNS.
3. Berapa lama DNS Cloudflare mengalami propagasi?
Waktunya bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga lebih lama dalam kondisi tertentu. Perubahan nameserver dan perubahan DNS record juga dapat memiliki waktu pembaruan berbeda, sehingga sebaiknya periksa hasil resolusi DNS sebelum mengubah pengaturan kembali.
4. Apakah website harus menggunakan IP hosting untuk record A?
Untuk konfigurasi website IPv4 biasa, record A harus mengarah ke alamat IPv4 yang benar dari server tujuan. Gunakan IP yang diberikan penyedia hosting, bukan IP contoh dari tutorial atau alamat IP privat yang tidak dapat dijangkau dari internet.
5. Apa perbedaan record A dan CNAME di Cloudflare?
Record A mengarahkan nama host ke alamat IPv4, sedangkan CNAME membuat alias ke nama domain lain. Record A lazim digunakan untuk domain utama yang menunjuk ke server, sedangkan CNAME sering digunakan untuk mengarahkan www ke domain utama.
6. Apakah record MX wajib dibuat untuk website baru?
Record MX tidak wajib jika Anda hanya menjalankan website tanpa email domain. Namun, jika ingin menerima email seperti admin@contohdomain.com, Anda perlu menambahkan record MX sesuai petunjuk penyedia email yang digunakan.
7. Apakah semua DNS record harus menggunakan proxy Cloudflare?
Tidak. Record website yang kompatibel dapat menggunakan Proxied, sedangkan layanan seperti email biasanya menggunakan DNS only. Pilih mode berdasarkan jenis layanan dan kebutuhan koneksi, bukan dengan mengaktifkan proxy untuk semua record.
8. Mengapa domain sudah aktif di Cloudflare tetapi website masih error?
Status aktif menunjukkan bahwa Cloudflare sudah mengenali konfigurasi nameserver, bukan jaminan bahwa server website berfungsi normal. Periksa record A, CNAME, status hosting, firewall, sertifikat SSL, dan konfigurasi domain pada aplikasi website.
Kesimpulan
Cara mengatur DNS Cloudflare untuk domain baru dimulai dengan memastikan domain dan hosting siap digunakan, menambahkan domain ke dashboard Cloudflare, lalu mengganti nameserver melalui registrar. Setelah itu, buat atau periksa record A, CNAME, dan MX sesuai kebutuhan website serta layanan email.
Pastikan alamat IP hosting benar, gunakan mode proxy yang sesuai, dan periksa konfigurasi SSL/TLS sebelum menyimpulkan bahwa DNS bermasalah. Jika website belum bisa diakses, lakukan pemeriksaan bertahap melalui dashboard Cloudflare, registrar, DNS Checker, atau perintah nslookup.
Dengan konfigurasi yang tepat, Cloudflare dapat membantu mengelola DNS domain secara terpusat dan menyediakan fitur tambahan untuk website. Kunci utamanya adalah menjaga agar nameserver, DNS record, server hosting, dan sertifikat SSL bekerja sesuai fungsinya.