Cara Memeriksa Keamanan Link Sebelum Dibuka Begini Cara Mengeceknya, pernah menerima link melalui WhatsApp, SMS, email, atau media sosial yang mengaku berasal dari bank, layanan pengiriman paket, maupun instansi pemerintah? Sebelum membukanya, penting untuk mengetahui cara memeriksa keamanan link agar terhindar dari penipuan digital.
Link berbahaya tidak selalu terlihat mencurigakan. Penipu dapat meniru alamat website resmi, menggunakan logo perusahaan terkenal, atau membuat halaman login palsu untuk mencuri kata sandi, kode OTP, dan informasi rekening.
Cara paling praktis untuk mengecek tautan adalah memeriksa alamat URL secara teliti, menggunakan Google Safe Browsing, serta memindai link melalui VirusTotal. Namun, hasil pemeriksaan tetap perlu dipahami dengan benar karena tidak ada alat yang dapat menjamin semua tautan aman.
Disini saya akan membahas langkah-langkah pemeriksaan link di HP Android, iPhone, dan laptop, termasuk tindakan yang perlu dilakukan jika menemukan tautan mencurigakan.
Pentingnya Memeriksa Keamanan Link Sebelum Membuka Website
Memeriksa keamanan link merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko serangan siber. Tautan yang dikirim melalui pesan pribadi sekalipun dapat mengarah ke website palsu, halaman pencurian data, atau situs yang mencoba mengunduh file berbahaya.
Risikonya tidak terbatas pada pencurian kata sandi. Beberapa website dapat mengarahkan pengguna untuk memasang aplikasi berbahaya, memberikan izin yang tidak semestinya, atau memasukkan informasi kartu pembayaran pada halaman yang dikendalikan penipu.
Apa saja risiko membuka link berbahaya?
Ada beberapa jenis ancaman yang perlu dikenali sebelum membuka tautan yang belum diketahui asalnya.
- Phishing: website palsu yang dirancang untuk mencuri informasi login, PIN, data kartu, atau identitas pribadi.
- Malware: perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak sistem, mencuri informasi, atau menjalankan aktivitas tanpa sepengetahuan pengguna.
- Pencurian akun: penipu memanfaatkan halaman login palsu atau informasi yang diberikan korban untuk mengambil alih akun.
- Penipuan pembayaran: korban diarahkan untuk mentransfer uang atau memasukkan data pembayaran ke halaman palsu.
- Penyalahgunaan data pribadi: informasi seperti nama, nomor telepon, alamat email, dan nomor identitas dapat dikumpulkan untuk penipuan lanjutan.
Tidak semua link berbahaya langsung menginfeksi perangkat hanya dengan dibuka. Dampaknya bergantung pada jenis serangan, kondisi perangkat, browser, serta tindakan yang dilakukan pengguna setelah masuk ke website tersebut.
Meski demikian, membuka tautan mencurigakan tetap sebaiknya dihindari. Risiko dapat meningkat apabila pengguna mengunduh file, memasang aplikasi dari sumber tidak dikenal, memberikan izin sensitif, atau memasukkan informasi rahasia.
Perbedaan link aman, mencurigakan, dan berbahaya
| Jenis link | Karakteristik | Tindakan yang disarankan |
|---|---|---|
| Link yang dapat dipercaya | Domain sesuai layanan dan tujuan tautan masuk akal | Tetap periksa sebelum memasukkan data |
| Link mencurigakan | Pengirim tidak dikenal, alamat aneh, atau pesan mendesak | Jangan dibuka sebelum diverifikasi |
| Link terdeteksi berbahaya | Alat keamanan memberikan peringatan atau pemindaian menemukan ancaman | Hindari dan laporkan jika diperlukan |
Perlu diingat, website yang menggunakan HTTPS belum tentu aman. HTTPS membantu mengenkripsi koneksi antara browser dan website, tetapi tidak membuktikan bahwa pemilik website dapat dipercaya.
Sebaliknya, website yang belum menggunakan HTTPS juga tidak otomatis merupakan penipuan. Karena itu, penilaian keamanan harus mempertimbangkan alamat domain, reputasi website, konteks pesan, dan hasil pemeriksaan alat keamanan.
Cara Memeriksa Keamanan Link Menggunakan Google Safe Browsing
Google Safe Browsing merupakan teknologi keamanan yang membantu melindungi pengguna dari website yang diketahui mengandung ancaman, termasuk phishing dan malware. Perlindungannya tersedia melalui berbagai produk Google, termasuk Google Chrome.
Fitur ini berguna ketika menerima link dari sumber yang belum dikenal atau ingin memeriksa reputasi sebuah website sebelum mengunjunginya. Pengguna dapat memanfaatkan halaman pemeriksaan transparansi Google atau perlindungan bawaan browser.
1. Buka halaman pemeriksaan Google Safe Browsing
Gunakan browser yang tersedia di HP atau laptop, lalu kunjungi halaman resmi berikut:Google Safe Browsing Site Status Halaman tersebut memungkinkan pengguna memeriksa status keamanan sebuah website. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan alamat domain atau URL yang ingin diketahui reputasinya.
2. Masukkan alamat website yang ingin diperiksa
Salin URL dari pesan atau sumber yang diterima, kemudian masukkan ke kolom pencarian pada halaman pemeriksaan. Pastikan alamat yang dimasukkan sesuai dengan tautan asli, termasuk domain dan bagian alamat yang relevan.
Apabila tautan terlalu panjang, periksa bagian domain utamanya terlebih dahulu. Jangan mengubah alamat secara sembarangan karena tautan tertentu menggunakan jalur khusus untuk mengarahkan pengguna ke halaman yang berbeda.
3. Periksa hasil pemeriksaan keamanan
Google akan menampilkan informasi status keamanan berdasarkan data yang tersedia. Jika website terdeteksi mengandung ancaman, jangan melanjutkan kunjungan atau memasukkan informasi pribadi.
Jika tidak ditemukan konten berbahaya, bukan berarti website tersebut dijamin aman. Website baru, halaman phishing yang belum terdeteksi, dan tautan yang berubah-ubah masih mungkin lolos dari pemeriksaan.
Karena itu, gunakan hasil Google Safe Browsing sebagai salah satu indikator, bukan satu-satunya dasar untuk menentukan apakah sebuah link dapat dipercaya.
4. Periksa perlindungan di Google Chrome
Selain melalui halaman pemeriksaan, pengguna dapat memastikan fitur perlindungan browser aktif. Pada Chrome versi desktop, buka menu tiga titik, pilih Setelan, kemudian masuk ke Privasi dan keamanan dan pilih Keamanan. Nama menu atau susunannya dapat sedikit berbeda bergantung pada versi browser.
Chrome menyediakan beberapa pilihan perlindungan, termasuk Enhanced Protection dan Standard Protection. Enhanced Protection menawarkan pemeriksaan yang lebih proaktif, sedangkan Standard Protection memberikan perlindungan terhadap sejumlah ancaman yang diketahui.
Di Android, pengaturan serupa dapat ditemukan melalui menu Chrome, kemudian Setelan dan bagian pemeriksaan keamanan. Pada iPhone, periksa menu Setelan Chrome karena letak dan pilihan yang tersedia dapat berbeda menurut versi aplikasi.
Tips praktis: apabila Chrome menampilkan halaman peringatan keamanan, jangan langsung melewatinya hanya karena link dikirim oleh teman atau terlihat seperti website resmi. Konfirmasikan terlebih dahulu kepada pengirim melalui saluran komunikasi yang terpisah.
Langkah Mengecek Link Mencurigakan melalui VirusTotal
VirusTotal merupakan layanan pemeriksaan keamanan yang dapat menganalisis URL menggunakan berbagai sumber deteksi keamanan. Layanan ini membantu pengguna mengetahui apakah suatu tautan terindikasi sebagai phishing, malware, atau ancaman lainnya.
VirusTotal cocok digunakan sebagai pemeriksaan tambahan ketika Google Safe Browsing tidak menemukan masalah, tetapi alamat website masih terlihat mencurigakan. Hasil dari beberapa mesin deteksi dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang reputasi tautan tersebut.
1. Buka situs resmi VirusTotal
Kunjungi halaman resmi VirusTotal melalui browser di HP atau laptop.Buka VirusTotal Pastikan alamat situs yang dibuka benar-benar virustotal.com. Hindari situs tiruan yang menggunakan nama hampir sama karena halaman palsu dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi pengguna.
2. Pilih fitur pemeriksaan URL
Pada halaman VirusTotal, cari bagian URL atau kolom pencarian yang digunakan untuk memeriksa alamat website. Tampilan antarmuka bisa berubah mengikuti pembaruan layanan.
Salin tautan yang ingin diperiksa, kemudian tempelkan pada kolom tersebut. Setelah itu, jalankan pemeriksaan untuk melihat laporan yang tersedia.
Langkah ini memungkinkan Anda memeriksa reputasi URL tanpa harus mengunjungi website tujuan secara langsung melalui browser biasa.
Catatan privasi: jangan memasukkan tautan yang berisi token login, tautan pengaturan ulang kata sandi pribadi, kode akses, atau parameter rahasia. Layanan pemindai pihak ketiga dapat menyimpan atau membagikan informasi pemindaian sesuai kebijakan dan cara kerja layanannya.
3. Pahami hasil pemindaian VirusTotal
Setelah pemindaian selesai, VirusTotal akan menampilkan ringkasan hasil dari mesin keamanan yang tersedia. Istilah yang muncul dapat berbeda, tetapi beberapa indikator berikut penting untuk dipahami.
| Hasil pemeriksaan | Artinya | Tindakan |
|---|---|---|
| Clean atau undetected | Tidak ditemukan deteksi oleh sumber yang ditampilkan | Periksa domain dan konteks tautan lebih lanjut |
| Malicious | Terdapat deteksi yang mengindikasikan ancaman | Jangan membuka tautan |
| Suspicious | Ada indikasi yang perlu diperiksa lebih lanjut | Hindari sampai keasliannya terverifikasi |
| Tidak ada hasil yang memadai | Data reputasi belum cukup untuk penilaian | Jangan langsung menganggap tautan aman |
Jika satu atau beberapa mesin mendeteksi URL sebagai berbahaya, perhatikan nama deteksi dan konteks laporannya. Satu deteksi belum selalu membuktikan bahwa sebuah website pasti berbahaya karena kesalahan deteksi atau false positive dapat terjadi.
Sebaliknya, hasil tanpa deteksi bukan jaminan keamanan. Ancaman baru mungkin belum dikenali oleh mesin pemindai, sehingga Anda tetap perlu memeriksa alamat domain dan tujuan tautan.
4. Periksa domain dan riwayat URL jika tersedia
Laporan VirusTotal dapat menyediakan informasi tambahan mengenai URL atau domain, bergantung pada data yang tersedia. Informasi ini berguna untuk melihat apakah suatu tautan memiliki riwayat deteksi atau perubahan yang perlu diwaspadai.
Namun, jangan menyimpulkan bahwa website aman hanya karena tidak memiliki riwayat buruk. Domain baru yang dibuat khusus untuk penipuan juga bisa saja belum memiliki catatan pemeriksaan.
Apabila tautan mengaku berasal dari bank, dompet digital, marketplace, atau instansi pemerintah, bandingkan domainnya dengan alamat resmi layanan tersebut. Jika masih ragu, buka aplikasi resmi atau ketik alamat website yang sudah diketahui secara manual.
Mana yang lebih baik, Google Safe Browsing atau VirusTotal?
Keduanya memiliki kegunaan berbeda dan dapat digunakan secara bersamaan.
- Google Safe Browsing: cocok untuk memeriksa status keamanan website dan mendukung perlindungan saat menjelajah melalui browser yang kompatibel.
- VirusTotal: berguna untuk memperoleh gambaran reputasi URL berdasarkan beberapa mesin deteksi keamanan.
- Pemeriksaan manual: penting untuk mengenali domain tiruan, tautan yang tidak relevan, dan permintaan data pribadi yang mencurigakan.
Kombinasi ketiganya lebih masuk akal daripada hanya mengandalkan satu hasil pemindaian. Untuk tautan yang berkaitan dengan rekening, akun kerja, atau data penting, sebaiknya gunakan jalur resmi meskipun hasil pemindaian terlihat bersih.
Ciri-Ciri Link Berbahaya yang Berpotensi Mengandung Phishing
Link phishing sering dirancang agar terlihat meyakinkan. Pelaku dapat menyalin tampilan website resmi dan mengirim pesan yang membuat penerima merasa harus segera mengambil tindakan.
Karena itu, mengenali ciri-ciri tautan berbahaya sama pentingnya dengan menggunakan alat pemeriksaan otomatis. Beberapa tanda berikut dapat membantu Anda mengambil keputusan sebelum membuka sebuah link.
1. Nama domain menyerupai website resmi
Penipu sering menggunakan alamat yang mirip dengan domain perusahaan terkenal. Perbedaannya bisa hanya satu huruf, tambahan kata, tanda hubung, atau ekstensi domain yang berbeda.
Misalnya, tautan yang mengaku berasal dari sebuah bank tetapi menggunakan domain tidak dikenal perlu diperiksa dengan cermat. Nama perusahaan yang tercantum di bagian awal URL tidak otomatis menunjukkan bahwa domain tersebut milik perusahaan itu.
Perhatikan nama domain utama, bukan sekadar tulisan yang terlihat di pesan. Jika tidak yakin, cari alamat resmi melalui aplikasi atau kanal layanan perusahaan yang sudah Anda percayai.
2. Tautan menggunakan pemendek URL
Layanan pemendek URL dapat menyamarkan alamat tujuan sebenarnya. Bentuknya mungkin terlihat seperti tautan pendek yang tidak memperlihatkan nama website tujuan secara langsung.
Tidak semua tautan pendek berbahaya. Namun, jika tautan berasal dari nomor tidak dikenal atau disertai permintaan mengisi data sensitif, jangan langsung membukanya.
Gunakan fitur pratinjau jika disediakan layanan pemendek URL, atau minta pengirim memberikan alamat lengkap. Anda juga dapat memeriksa URL melalui layanan pemindai sebelum memutuskan untuk mengunjunginya.
3. Pesan mendesak atau mengancam
Pesan phishing sering menggunakan tekanan psikologis agar korban tidak sempat memeriksa keaslian informasi. Contohnya, akun diklaim akan diblokir, paket disebut gagal dikirim, atau hadiah dikatakan akan hangus dalam beberapa menit.
Pelaku juga dapat mengaku memberikan bantuan sosial, pengembalian dana, atau hadiah yang mengharuskan penerima mengisi formulir melalui tautan tertentu.
Jangan mengambil keputusan hanya karena pesan terlihat mendesak. Periksa status layanan melalui aplikasi resmi atau hubungi layanan pelanggan menggunakan kontak yang ditemukan secara mandiri.
4. Website meminta kata sandi, PIN, atau kode OTP
Permintaan informasi rahasia merupakan tanda yang perlu ditanggapi dengan sangat serius, terutama jika muncul setelah membuka link dari pesan yang tidak diminta.
Kode OTP, PIN transaksi, kata sandi, dan kode pemulihan tidak boleh diberikan kepada pihak yang menghubungi Anda melalui tautan mencurigakan. Penipu dapat menggunakan informasi tersebut untuk masuk ke akun atau mengotorisasi transaksi.
Jika website meminta data sensitif dengan alasan verifikasi hadiah atau pembatalan transaksi, hentikan prosesnya. Hubungi penyedia layanan melalui aplikasi atau nomor resmi untuk memastikan apakah permintaan tersebut benar.
5. Ada kesalahan ejaan atau tampilan website tidak wajar
Website palsu terkadang memiliki kesalahan ejaan, tata bahasa yang janggal, logo buram, tombol yang tidak berfungsi, atau informasi kontak yang tidak jelas. Ketidaksesuaian tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa halaman dibuat secara terburu-buru.
Akan tetapi, tampilan yang profesional juga tidak menjamin keamanan. Pelaku dapat menyalin desain website asli dengan sangat mirip, sehingga pemeriksaan visual saja tidak cukup.
Utamakan pemeriksaan domain dan tujuan tautan. Jangan memasukkan informasi pribadi hanya karena website terlihat rapi dan menggunakan logo yang dikenal.
6. URL menggunakan HTTPS, tetapi domainnya tidak dikenal
Simbol gembok atau awalan HTTPS menunjukkan bahwa koneksi menggunakan enkripsi, bukan bahwa isi website pasti dapat dipercaya.
Penipu juga dapat menggunakan sertifikat HTTPS pada website mereka. Oleh sebab itu, alamat domain harus tetap diperiksa sebelum Anda melakukan login atau transaksi.
Jika sebuah tautan mengaku sebagai layanan resmi tetapi domainnya tidak cocok, jangan menganggapnya aman hanya karena browser menampilkan simbol gembok.
7. Link mengarahkan ke unduhan atau permintaan izin yang tidak relevan
Berhati-hatilah apabila sebuah website meminta Anda mengunduh file APK, memasang aplikasi dari luar toko resmi, mengaktifkan izin yang tidak relevan, atau memberikan akses notifikasi secara tiba-tiba.
File yang menyamar sebagai undangan, bukti pembayaran, dokumen pekerjaan, atau pembaruan aplikasi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan malware. Pada beberapa kasus, pengguna juga diarahkan untuk memasang profil konfigurasi atau memberikan izin akses yang berlebihan.
Jangan jalankan file yang asalnya tidak jelas. Jika link terkait pekerjaan atau dokumen penting, konfirmasikan kepada pengirim melalui saluran terpisah sebelum mengunduhnya.
Cara Memeriksa Keamanan Link dari HP Android, iPhone, dan Laptop
Pemeriksaan link tidak harus dilakukan menggunakan komputer. Pengguna Android, iPhone, maupun laptop dapat memeriksa URL melalui browser dan layanan keamanan sebelum mengunjungi website tujuan.
Perbedaan utamanya terletak pada fitur perlindungan browser, pengaturan keamanan perangkat, dan cara menyalin tautan dari aplikasi pesan. Berikut langkah yang bisa diterapkan sesuai perangkat yang digunakan.
Cara mengecek link di HP Android
Android menyediakan beberapa pilihan untuk memeriksa tautan, mulai dari Google Safe Browsing di Chrome hingga pemindaian melalui VirusTotal.
Ikuti langkah berikut sebelum membuka tautan yang mencurigakan.
- Salin tautan dari pesan. Tekan lama pesan atau tautan di WhatsApp, SMS, atau aplikasi lain, lalu pilih opsi salin jika tersedia. Tujuannya agar Anda dapat memeriksa URL tanpa langsung mengunjungi website.
- Periksa alamat tautan. Tempelkan URL ke kolom catatan atau tempat lain yang tidak langsung membukanya. Perhatikan domain, ejaan, dan tujuan yang diklaim oleh pengirim.
- Gunakan Google Safe Browsing. Buka halaman pemeriksaan Google melalui browser, lalu masukkan alamat yang ingin diperiksa. Hindari melanjutkan jika muncul peringatan ancaman.
- Pindai melalui VirusTotal. Jika masih ragu, buka situs resmi VirusTotal dan masukkan URL pada fitur pemeriksaan. Bandingkan hasilnya dengan pemeriksaan Google.
- Pastikan Chrome terlindungi. Buka Chrome, masuk ke Setelan, lalu pilih bagian Keamanan untuk memeriksa opsi Safe Browsing yang tersedia.
Jika sebuah link meminta Anda mengunduh APK dari luar Google Play Store, jangan memasangnya hanya karena website mengklaim aplikasi tersebut resmi. Periksa sumber aplikasi dan identitas pengembang sebelum melakukan instalasi.
Jangan menonaktifkan Google Play Protect atau perlindungan browser untuk mengikuti instruksi dari website yang tidak dikenal. Tindakan tersebut dapat mengurangi lapisan perlindungan perangkat.
Cara memeriksa link di iPhone
Pengguna iPhone juga dapat memeriksa tautan menggunakan layanan berbasis browser. Safari memiliki fitur perlindungan terhadap situs web penipuan, tetapi perlindungan tersebut tidak menggantikan pemeriksaan alamat secara manual.
Berikut langkah yang dapat dilakukan:
- Salin tautan dari Messages, WhatsApp, email, atau aplikasi lain tanpa membukanya.
- Periksa alamat URL dan pastikan nama domain sesuai dengan layanan yang diklaim.
- Buka Google Safe Browsing atau VirusTotal melalui Safari untuk memeriksa reputasi tautan.
- Pastikan fitur Peringatan Situs Web Palsu di pengaturan Safari aktif, jika opsi tersebut tersedia pada versi iOS yang digunakan.
- Jika tautan berkaitan dengan akun Apple, pembayaran, atau layanan keuangan, akses layanan melalui aplikasi resmi atau alamat website yang diketik sendiri.
Pada versi iOS yang berbeda, susunan menu pengaturan dapat berubah. Jika tidak menemukan opsi yang dimaksud, gunakan pencarian di menu Pengaturan dan cari istilah Safari atau perlindungan situs web.
Apabila website meminta pemasangan profil konfigurasi, sertifikat, atau aplikasi yang tidak dikenal, jangan langsung menyetujuinya. Periksa tujuan dan sumber permintaan tersebut terlebih dahulu.
Cara mengecek link di laptop Windows atau Mac
Laptop memudahkan pengguna memeriksa URL secara lebih terperinci. Anda dapat melihat alamat lengkap, menggunakan beberapa layanan pemindaian, dan memeriksa pengaturan keamanan browser.
Lakukan pemeriksaan berikut:
- Salin URL tanpa mengunjunginya. Klik kanan tautan dan pilih opsi penyalinan alamat link jika tersedia.
- Periksa domain tujuan. Tempelkan URL ke editor teks agar alamat dapat dibaca tanpa langsung dibuka.
- Gunakan layanan pemeriksaan. Masukkan tautan ke Google Safe Browsing dan VirusTotal untuk melihat status keamanannya.
- Periksa perlindungan browser. Pastikan fitur perlindungan terhadap situs berbahaya tetap aktif di Chrome, Edge, Firefox, atau browser yang digunakan.
- Perbarui sistem dan browser. Pembaruan keamanan membantu memperbaiki kerentanan yang dapat dimanfaatkan oleh situs atau file berbahaya.
Windows Security juga dapat membantu memindai file yang sudah terunduh. Namun, pemindaian antivirus terhadap file tidak sama dengan pemeriksaan reputasi URL, sehingga keduanya perlu dipahami sebagai fungsi yang berbeda.
Jika laptop digunakan untuk pekerjaan atau transaksi keuangan, hindari membuka tautan mencurigakan melalui akun dengan hak administrator. Jangan menginstal ekstensi browser atau perangkat lunak yang diminta oleh website tidak dikenal.
Apa yang harus dilakukan jika link sudah terlanjur dibuka?
Membuka tautan tidak selalu berarti perangkat langsung terinfeksi atau akun telah dicuri. Tindakan selanjutnya bergantung pada aktivitas yang dilakukan setelah website terbuka.
Jika hanya membuka halaman dan tidak memasukkan data, mengunduh file, atau memberikan izin, tutup halaman tersebut dan periksa apakah ada aktivitas mencurigakan. Pastikan browser dan sistem operasi tetap diperbarui.
Jika sudah memasukkan kata sandi, segera ubah melalui aplikasi atau website resmi. Apabila kode OTP, PIN, atau informasi perbankan ikut diberikan, hubungi penyedia layanan melalui saluran resmi untuk mengamankan akun dan memeriksa kemungkinan transaksi tidak sah.
Jika sudah mengunduh atau memasang file, jangan menjalankannya. Hapus file yang mencurigakan jika belum dibuka, kemudian lakukan pemindaian menggunakan perangkat lunak keamanan tepercaya.
Apabila aplikasi sudah terpasang dan menunjukkan perilaku tidak biasa, putuskan koneksi internet jika diperlukan untuk membatasi komunikasi perangkat, lalu lakukan pemeriksaan keamanan. Pada perangkat kantor, segera hubungi tim IT agar penanganan tidak memperburuk kondisi sistem.
Tips Menghindari Link Palsu yang Mengancam Data Pribadi
Memeriksa link sebelum dibuka merupakan langkah penting, tetapi kebiasaan menggunakan internet juga menentukan tingkat keamanan. Penipu terus mengubah domain, isi pesan, dan cara mengelabui korban agar tautan terlihat meyakinkan. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko pencurian data dan penipuan digital.
1. Jangan langsung percaya pada nama pengirim
Pesan yang mencantumkan nama bank, kurir, marketplace, atau instansi pemerintah belum tentu benar-benar dikirim oleh organisasi tersebut.
Jika pesan meminta pembayaran, pembaruan data, atau verifikasi akun, periksa informasi yang sama melalui aplikasi resmi. Anda juga dapat menghubungi layanan pelanggan menggunakan kontak yang diperoleh secara mandiri.
2. Ketik alamat website resmi secara manual
Untuk mengakses layanan penting, gunakan aplikasi resmi atau ketik alamat website yang sudah diketahui langsung di browser. Cara ini mengurangi risiko salah masuk ke website tiruan melalui tautan yang dibagikan pihak lain.
Khusus untuk perbankan dan dompet digital, hindari masuk melalui link yang dikirim secara tiba-tiba. Buka aplikasi resmi dan periksa apakah pemberitahuan yang disebutkan memang tersedia.
3. Jangan pernah membagikan kode OTP
Kode OTP digunakan untuk membantu memverifikasi identitas atau mengonfirmasi aktivitas tertentu. Jika kode tersebut jatuh ke tangan penipu, akun Anda berpotensi diambil alih atau transaksi disalahgunakan.
Jangan mengirimkan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun kode pemulihan kepada pihak yang mengaku sebagai petugas. Jika ada permintaan semacam itu, hentikan komunikasi dan verifikasi melalui saluran resmi.
4. Aktifkan autentikasi dua faktor
Autentikasi dua faktor atau two-factor authentication menambahkan lapisan keamanan selain kata sandi. Fitur ini membantu mengurangi risiko pengambilalihan akun apabila kata sandi diketahui pihak lain.
Gunakan metode autentikasi yang disediakan layanan, seperti aplikasi autentikator atau kunci keamanan jika tersedia. Tetap waspada terhadap permintaan persetujuan login yang tidak Anda lakukan sendiri.
5. Perbarui perangkat dan aplikasi
Pembaruan sistem operasi, browser, dan aplikasi dapat memperbaiki celah keamanan yang diketahui. Perangkat yang lama tidak diperbarui mungkin kehilangan perlindungan terhadap ancaman tertentu.
Aktifkan pembaruan otomatis jika sesuai dengan kebutuhan perangkat. Untuk aplikasi Android, utamakan Google Play Store; untuk iPhone, gunakan App Store dan mekanisme pembaruan resmi Apple.
6. Gunakan kata sandi berbeda untuk setiap akun
Jangan memakai satu kata sandi untuk email, media sosial, dan akun keuangan sekaligus. Jika satu layanan mengalami kebocoran, penggunaan kata sandi yang sama dapat membuat akun lain ikut berisiko.
Pengelola kata sandi tepercaya dapat membantu membuat dan menyimpan kata sandi unik. Lindungi pengelola tersebut dengan autentikasi yang kuat dan jangan membagikan informasi pemulihannya kepada orang lain.
7. Laporkan tautan yang terbukti mencurigakan
Jika menerima link phishing melalui WhatsApp, email, SMS, atau media sosial, gunakan fitur pelaporan yang tersedia pada platform tersebut. Anda juga dapat memberi tahu organisasi yang namanya disalahgunakan melalui kanal resmi.
Jangan meneruskan tautan berbahaya kepada orang lain dengan maksud meminta mereka memeriksanya. Jika perlu memberikan bukti, kirimkan alamat atau tangkapan layar kepada pihak yang berwenang melalui saluran yang aman.
FAQ Seputar Cara Mengecek Keamanan Link Sebelum Dibuka
1. Bagaimana cara memeriksa keamanan link sebelum dibuka?
Salin alamat URL tanpa mengunjunginya, periksa nama domain, lalu gunakan Google Safe Browsing dan VirusTotal untuk melihat reputasi tautan. Jika link berkaitan dengan layanan penting, cocokkan alamatnya dengan website atau aplikasi resmi.
2. Apakah Google Safe Browsing bisa mendeteksi semua link berbahaya?
Tidak. Google Safe Browsing membantu mengenali website yang diketahui mengandung ancaman, tetapi link phishing yang baru dibuat atau belum terdeteksi masih mungkin lolos. Karena itu, pemeriksaan manual dan layanan tambahan tetap diperlukan.
3. Apakah VirusTotal aman untuk mengecek link?
VirusTotal dapat digunakan untuk memeriksa reputasi URL, tetapi Anda perlu mempertimbangkan privasi. Hindari mengirim tautan yang berisi token akses, kode rahasia, atau informasi pribadi karena data pemeriksaan dapat diproses sesuai kebijakan layanan.
4. Apakah link HTTPS pasti aman?
Tidak. HTTPS mengenkripsi koneksi, tetapi tidak menjamin pemilik website dapat dipercaya. Website phishing juga bisa menggunakan HTTPS, sehingga Anda tetap harus memeriksa domain dan tujuan tautannya.
5. Bagaimana cara mengecek link phishing di WhatsApp?
Tekan lama pesan atau gunakan opsi salin tautan jika tersedia. Periksa alamatnya tanpa membukanya, kemudian jalankan pemeriksaan melalui Google Safe Browsing atau VirusTotal. Jika pesan meminta OTP, PIN, atau pembayaran mendesak, jangan ikuti instruksinya sebelum diverifikasi.
6. Apakah membuka link berbahaya langsung membuat HP terkena virus?
Tidak selalu. Risikonya bergantung pada jenis tautan, kerentanan perangkat, browser, dan tindakan pengguna. Namun, jangan mengunduh file, memasang aplikasi tidak dikenal, atau memberikan izin sensitif dari website yang mencurigakan.
7. Apa yang harus dilakukan jika sudah memasukkan kata sandi di website palsu?
Segera ubah kata sandi melalui layanan resmi, terutama jika kata sandi yang sama digunakan pada akun lain. Aktifkan autentikasi dua faktor, periksa aktivitas login, dan keluarkan sesi yang tidak dikenal jika tersedia.
Jika informasi perbankan atau kode OTP ikut diberikan, segera hubungi penyedia layanan untuk mengamankan akun dan memeriksa transaksi yang mencurigakan.
8. Apakah link yang tidak terdeteksi VirusTotal pasti aman?
Tidak. Hasil tanpa deteksi hanya menunjukkan bahwa mesin pemindai yang tersedia tidak melaporkan ancaman berdasarkan data pemeriksaan saat itu. Link baru, ancaman yang belum dikenali, dan halaman berbahaya yang berubah-ubah masih mungkin lolos.
Kesimpulan
Cara memeriksa keamanan link sebelum dibuka sebaiknya dilakukan dengan menggabungkan pemeriksaan alamat URL, Google Safe Browsing, dan VirusTotal. Ketiganya membantu mengenali risiko, tetapi tidak dapat menjamin bahwa semua tautan yang lolos pemeriksaan pasti aman.
Perhatikan nama domain, hindari pesan yang memaksa Anda bertindak cepat, dan jangan pernah memberikan PIN, kata sandi, atau kode OTP melalui halaman yang tidak dapat diverifikasi. Untuk urusan perbankan, akun pribadi, dan data sensitif, selalu utamakan aplikasi atau website resmi.
Jika menemukan tautan yang mencurigakan, pilihan paling aman adalah menunda akses sampai keasliannya terkonfirmasi. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu melindungi akun, perangkat, dan data pribadi dari phishing maupun penipuan digital.