Contoh Soal Jangka Sorong: Rumus, Jawaban, dan Pembahasan Lengkap

Jangka sorong merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, serta kedalaman suatu benda dengan ketelitian lebih tinggi daripada penggaris biasa. Dalam contoh soal jangka sorong, kemampuan membaca skala utama dan skala nonius menjadi bagian penting yang harus dikuasai. Hasil pengukuran diperoleh dengan menjumlahkan pembacaan skala utama dan skala nonius.

Secara umum, hasil pengukuran jangka sorong dapat ditentukan dengan rumus:

Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius

Nilai skala nonius diperoleh dari angka pada skala nonius yang berimpit dengan garis pada skala utama dikalikan nilai ketelitian jangka sorong. Dengan memahami cara membaca kedua skala tersebut, hasil pengukuran dapat ditentukan secara tepat.

Soal Nomor 1

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Pada suatu pengukuran, skala utama menunjukkan 24 mm dan garis ke-6 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Berapakah hasil pengukurannya?

Pilihan Jawaban

A. 24,2 mm
B. 24,4 mm
C. 24,6 mm
D. 24,8 mm
E. 25,0 mm

Jawaban Benar

C. 24,6 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 24 mm.

Skala nonius = 6 × 0,1 mm = 0,6 mm.

Jadi:

Hasil pengukuran = 24 mm + 0,6 mm = 24,6 mm.

Jadi, hasil pengukuran adalah 24,6 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami cara membaca skala utama dan skala nonius pada jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan pembacaan kedua skala.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 2

Pertanyaan

Jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Jika skala utama menunjukkan 35 mm dan garis ke-7 pada skala nonius berimpit dengan garis skala utama, hasil pengukurannya adalah …

Pilihan Jawaban

A. 35,5 mm
B. 35,6 mm
C. 35,7 mm
D. 35,8 mm
E. 36,0 mm

Jawaban Benar

C. 35,7 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 35 mm.

Skala nonius = 7 × 0,1 mm = 0,7 mm.

Maka:

Hasil pengukuran = 35 mm + 0,7 mm = 35,7 mm.

Jadi, hasil pengukuran adalah 35,7 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami pembacaan skala nonius jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung nilai skala nonius dan menggabungkannya dengan skala utama.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 3

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong mempunyai ketelitian 0,1 mm. Hasil pembacaan menunjukkan skala utama 42 mm dan skala nonius yang berimpit adalah garis ke-4. Berapakah hasil pengukurannya?

Pilihan Jawaban

A. 42,2 mm
B. 42,3 mm
C. 42,4 mm
D. 42,5 mm
E. 42,6 mm

Jawaban Benar

C. 42,4 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 42 mm.

Skala nonius = 4 × 0,1 mm = 0,4 mm.

Jadi:

Hasil pengukuran = 42 mm + 0,4 mm = 42,4 mm.

Dengan demikian, hasil pengukuran adalah 42,4 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami konsep pembacaan hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran dari skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 4

Pertanyaan

Sebuah benda diukur menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm. Skala utama terbaca 18 mm dan garis ke-9 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Hasil pengukuran benda tersebut adalah …

Pilihan Jawaban

A. 18,6 mm
B. 18,7 mm
C. 18,8 mm
D. 18,9 mm
E. 19,0 mm

Jawaban Benar

D. 18,9 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 18 mm.

Skala nonius = 9 × 0,1 mm = 0,9 mm.

Hasil pengukuran:

18 mm + 0,9 mm = 18,9 mm.

Jadi, hasil pengukurannya adalah 18,9 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan prinsip pembacaan skala jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan angka skala nonius yang berimpit.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 5

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Pada pengukuran diameter sebuah benda, skala utama menunjukkan 56 mm dan garis ke-3 skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Diameter benda tersebut adalah …

Pilihan Jawaban

A. 56,1 mm
B. 56,2 mm
C. 56,3 mm
D. 56,4 mm
E. 56,5 mm

Jawaban Benar

C. 56,3 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 56 mm.

Skala nonius = 3 × 0,1 mm = 0,3 mm.

Hasil pengukuran:

56 mm + 0,3 mm = 56,3 mm.

Jadi, diameter benda adalah 56,3 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami penggunaan jangka sorong untuk mengukur diameter benda.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan diameter benda berdasarkan pembacaan jangka sorong.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 6

Pertanyaan

Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter luar sebuah pipa. Skala utama menunjukkan 72 mm, sedangkan garis ke-5 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Jika ketelitian jangka sorong 0,1 mm, berapakah diameter luar pipa?

Pilihan Jawaban

A. 72,3 mm
B. 72,4 mm
C. 72,5 mm
D. 72,6 mm
E. 72,7 mm

Jawaban Benar

C. 72,5 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 72 mm.

Skala nonius = 5 × 0,1 mm = 0,5 mm.

Maka:

Hasil pengukuran = 72 mm + 0,5 mm = 72,5 mm.

Jadi, diameter luar pipa adalah 72,5 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami penggunaan jangka sorong untuk mengukur diameter luar.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung hasil pengukuran diameter menggunakan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 7

Pertanyaan

Sebuah benda memiliki diameter yang diukur menggunakan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 31 mm dan garis ke-8 pada skala nonius berimpit. Ketelitian jangka sorong adalah 0,1 mm. Hasil pengukuran benda tersebut adalah …

Pilihan Jawaban

A. 31,6 mm
B. 31,7 mm
C. 31,8 mm
D. 31,9 mm
E. 32,0 mm

Jawaban Benar

C. 31,8 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 31 mm.

Skala nonius = 8 × 0,1 mm = 0,8 mm.

Hasil pengukuran:

31 mm + 0,8 mm = 31,8 mm.

Jadi, hasil pengukuran adalah 31,8 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan pembacaan skala jangka sorong pada pengukuran benda.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung hasil akhir pengukuran dengan menjumlahkan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 8

Pertanyaan

Jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm digunakan untuk mengukur kedalaman sebuah lubang. Skala utama menunjukkan 25 mm dan garis ke-2 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Berapakah kedalaman lubang tersebut?

Pilihan Jawaban

A. 25,1 mm
B. 25,2 mm
C. 25,3 mm
D. 25,4 mm
E. 25,5 mm

Jawaban Benar

B. 25,2 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 25 mm.

Skala nonius = 2 × 0,1 mm = 0,2 mm.

Maka:

Hasil pengukuran = 25 mm + 0,2 mm = 25,2 mm.

Jadi, kedalaman lubang adalah 25,2 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami penggunaan jangka sorong untuk mengukur kedalaman.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran kedalaman berdasarkan skala jangka sorong.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 9

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Ketika digunakan untuk mengukur diameter dalam sebuah cincin, skala utama terbaca 14 mm dan garis ke-7 pada skala nonius berimpit dengan skala utama. Berapakah diameter dalam cincin?

Pilihan Jawaban

A. 14,5 mm
B. 14,6 mm
C. 14,7 mm
D. 14,8 mm
E. 14,9 mm

Jawaban Benar

C. 14,7 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 14 mm.

Skala nonius = 7 × 0,1 mm = 0,7 mm.

Hasil pengukuran:

14 mm + 0,7 mm = 14,7 mm.

Jadi, diameter dalam cincin adalah 14,7 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami pengukuran diameter dalam menggunakan jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran diameter dalam berdasarkan pembacaan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 10

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Dalam suatu pengukuran, skala utama menunjukkan 63 mm dan garis ke-6 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Berapakah hasil pengukuran tersebut?

Pilihan Jawaban

A. 63,4 mm
B. 63,5 mm
C. 63,6 mm
D. 63,7 mm
E. 63,8 mm

Jawaban Benar

C. 63,6 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 63 mm.

Skala nonius = 6 × 0,1 mm = 0,6 mm.

Hasil pengukuran:

63 mm + 0,6 mm = 63,6 mm.

Jadi, hasil pengukuran jangka sorong adalah 63,6 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan konsep pembacaan jangka sorong untuk menentukan hasil pengukuran.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung hasil pengukuran jangka sorong secara tepat.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 11

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Skala utama menunjukkan 47 mm, sedangkan garis ke-5 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Berapakah hasil pengukurannya?

Pilihan Jawaban

A. 47,3 mm
B. 47,4 mm
C. 47,5 mm
D. 47,6 mm
E. 47,7 mm

Jawaban Benar

C. 47,5 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 47 mm.

Skala nonius = 5 × 0,1 mm = 0,5 mm.

Hasil pengukuran = 47 mm + 0,5 mm = 47,5 mm.

Jadi, hasil pengukurannya adalah 47,5 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami pembacaan skala utama dan skala nonius.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran jangka sorong berdasarkan kedua skala.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 12

Pertanyaan

Sebuah benda diukur dengan jangka sorong yang memiliki ketelitian 0,1 mm. Skala utama terbaca 28 mm dan garis ke-9 pada skala nonius berimpit dengan garis skala utama. Hasil pengukuran benda adalah …

Pilihan Jawaban

A. 28,6 mm
B. 28,7 mm
C. 28,8 mm
D. 28,9 mm
E. 29,0 mm

Jawaban Benar

D. 28,9 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 28 mm.

Skala nonius = 9 × 0,1 mm = 0,9 mm.

Hasil pengukuran = 28 mm + 0,9 mm = 28,9 mm.

Jadi, hasil pengukurannya adalah 28,9 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami pembacaan skala nonius pada jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung hasil pengukuran dengan menjumlahkan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 13

Pertanyaan

Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter sebuah batang. Skala utama menunjukkan 64 mm dan garis ke-3 skala nonius berimpit. Jika ketelitian jangka sorong 0,1 mm, diameter batang tersebut adalah …

Pilihan Jawaban

A. 64,1 mm
B. 64,2 mm
C. 64,3 mm
D. 64,4 mm
E. 64,5 mm

Jawaban Benar

C. 64,3 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 64 mm.

Skala nonius = 3 × 0,1 mm = 0,3 mm.

Hasil pengukuran = 64 mm + 0,3 mm = 64,3 mm.

Jadi, diameter batang adalah 64,3 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan pembacaan jangka sorong untuk menentukan diameter benda.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan diameter benda dari hasil pembacaan skala jangka sorong.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 14

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Saat mengukur diameter dalam sebuah cincin, skala utama menunjukkan 19 mm dan garis ke-6 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Hasil pengukurannya adalah …

Pilihan Jawaban

A. 19,4 mm
B. 19,5 mm
C. 19,6 mm
D. 19,7 mm
E. 19,8 mm

Jawaban Benar

C. 19,6 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 19 mm.

Skala nonius = 6 × 0,1 mm = 0,6 mm.

Hasil pengukuran = 19 mm + 0,6 mm = 19,6 mm.

Jadi, diameter dalam cincin adalah 19,6 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami penggunaan jangka sorong untuk mengukur diameter dalam.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung hasil pengukuran diameter dalam menggunakan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 15

Pertanyaan

Sebuah benda diukur menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm. Skala utama menunjukkan 83 mm dan garis ke-4 pada skala nonius berimpit dengan garis skala utama. Berapakah hasil pengukurannya?

Pilihan Jawaban

A. 83,2 mm
B. 83,3 mm
C. 83,4 mm
D. 83,5 mm
E. 83,6 mm

Jawaban Benar

C. 83,4 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 83 mm.

Skala nonius = 4 × 0,1 mm = 0,4 mm.

Hasil pengukuran = 83 mm + 0,4 mm = 83,4 mm.

Jadi, hasil pengukurannya adalah 83,4 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami cara menentukan hasil pengukuran jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung nilai pengukuran dari skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 16

Pertanyaan

Jangka sorong digunakan untuk mengukur kedalaman sebuah lubang. Skala utama menunjukkan 37 mm dan garis ke-8 pada skala nonius berimpit. Jika ketelitian jangka sorong 0,1 mm, kedalaman lubang adalah …

Pilihan Jawaban

A. 37,6 mm
B. 37,7 mm
C. 37,8 mm
D. 37,9 mm
E. 38,0 mm

Jawaban Benar

C. 37,8 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 37 mm.

Skala nonius = 8 × 0,1 mm = 0,8 mm.

Hasil pengukuran = 37 mm + 0,8 mm = 37,8 mm.

Jadi, kedalaman lubang adalah 37,8 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami penggunaan jangka sorong untuk mengukur kedalaman.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan kedalaman benda berdasarkan pembacaan skala jangka sorong.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 17

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Hasil pembacaan menunjukkan skala utama 52 mm dan garis ke-2 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Hasil pengukuran tersebut adalah …

Pilihan Jawaban

A. 52,1 mm
B. 52,2 mm
C. 52,3 mm
D. 52,4 mm
E. 52,5 mm

Jawaban Benar

B. 52,2 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 52 mm.

Skala nonius = 2 × 0,1 mm = 0,2 mm.

Hasil pengukuran = 52 mm + 0,2 mm = 52,2 mm.

Jadi, hasil pengukurannya adalah 52,2 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan konsep pembacaan skala utama dan skala nonius.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan posisi garis nonius yang berimpit.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 18

Pertanyaan

Diameter luar sebuah pipa diukur dengan jangka sorong yang memiliki ketelitian 0,1 mm. Skala utama menunjukkan 45 mm dan garis ke-7 skala nonius berimpit. Berapakah diameter luar pipa tersebut?

Pilihan Jawaban

A. 45,5 mm
B. 45,6 mm
C. 45,7 mm
D. 45,8 mm
E. 45,9 mm

Jawaban Benar

C. 45,7 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 45 mm.

Skala nonius = 7 × 0,1 mm = 0,7 mm.

Hasil pengukuran = 45 mm + 0,7 mm = 45,7 mm.

Jadi, diameter luar pipa adalah 45,7 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami penggunaan jangka sorong untuk mengukur diameter luar.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan diameter luar berdasarkan pembacaan skala jangka sorong.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 19

Pertanyaan

Sebuah benda memiliki panjang yang diukur dengan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 91 mm, sedangkan garis ke-5 pada skala nonius berimpit. Jika ketelitian jangka sorong 0,1 mm, hasil pengukurannya adalah …

Pilihan Jawaban

A. 91,3 mm
B. 91,4 mm
C. 91,5 mm
D. 91,6 mm
E. 91,7 mm

Jawaban Benar

C. 91,5 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 91 mm.

Skala nonius = 5 × 0,1 mm = 0,5 mm.

Hasil pengukuran = 91 mm + 0,5 mm = 91,5 mm.

Jadi, panjang benda adalah 91,5 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami pembacaan hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 20

Pertanyaan

Jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm digunakan untuk mengukur suatu benda. Skala utama menunjukkan 68 mm dan garis ke-9 pada skala nonius berimpit dengan garis skala utama. Berapakah hasil pengukuran benda tersebut?

Pilihan Jawaban

A. 68,6 mm
B. 68,7 mm
C. 68,8 mm
D. 68,9 mm
E. 69,0 mm

Jawaban Benar

D. 68,9 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 68 mm.

Skala nonius = 9 × 0,1 mm = 0,9 mm.

Hasil pengukuran = 68 mm + 0,9 mm = 68,9 mm.

Jadi, hasil pengukuran benda tersebut adalah 68,9 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan prinsip pembacaan jangka sorong dalam menentukan hasil pengukuran.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung hasil pengukuran dengan menggabungkan nilai skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 21

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki skala terkecil 0,1 mm. Ketika digunakan untuk mengukur diameter sebuah baut, skala utama menunjukkan 22 mm dan garis ke-6 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Hasil pengukuran diameter baut adalah …

Pilihan Jawaban

A. 22,4 mm
B. 22,5 mm
C. 22,6 mm
D. 22,7 mm
E. 22,8 mm

Jawaban Benar

C. 22,6 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 22 mm.

Skala nonius = 6 × 0,1 mm = 0,6 mm.

Hasil pengukuran = 22 mm + 0,6 mm = 22,6 mm.

Jadi, diameter baut adalah 22,6 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami cara membaca skala utama dan skala nonius pada jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran berdasarkan nilai skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 22

Pertanyaan

Sebuah benda diukur menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm. Skala utama terbaca 34 mm dan garis ke-8 pada skala nonius berimpit dengan garis skala utama. Berapakah hasil pengukurannya?

Pilihan Jawaban

A. 34,6 mm
B. 34,7 mm
C. 34,8 mm
D. 34,9 mm
E. 35,0 mm

Jawaban Benar

C. 34,8 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 34 mm.

Skala nonius = 8 × 0,1 mm = 0,8 mm.

Hasil pengukuran = 34 mm + 0,8 mm = 34,8 mm.

Jadi, hasil pengukurannya adalah 34,8 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami pembacaan skala nonius pada jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung nilai skala nonius dan menentukan hasil pengukuran.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 23

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam sebuah pipa. Skala utama menunjukkan 41 mm dan garis ke-3 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Jika ketelitiannya 0,1 mm, diameter dalam pipa adalah …

Pilihan Jawaban

A. 41,1 mm
B. 41,2 mm
C. 41,3 mm
D. 41,4 mm
E. 41,5 mm

Jawaban Benar

C. 41,3 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 41 mm.

Skala nonius = 3 × 0,1 mm = 0,3 mm.

Hasil pengukuran = 41 mm + 0,3 mm = 41,3 mm.

Jadi, diameter dalam pipa adalah 41,3 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami penggunaan jangka sorong untuk mengukur diameter dalam.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran diameter dalam berdasarkan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 24

Pertanyaan

Jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm digunakan untuk mengukur kedalaman sebuah lubang. Skala utama menunjukkan 16 mm dan garis ke-5 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Kedalaman lubang tersebut adalah …

Pilihan Jawaban

A. 16,3 mm
B. 16,4 mm
C. 16,5 mm
D. 16,6 mm
E. 16,7 mm

Jawaban Benar

C. 16,5 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 16 mm.

Skala nonius = 5 × 0,1 mm = 0,5 mm.

Hasil pengukuran = 16 mm + 0,5 mm = 16,5 mm.

Jadi, kedalaman lubang adalah 16,5 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami pengukuran kedalaman menggunakan jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan kedalaman lubang berdasarkan pembacaan skala jangka sorong.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 25

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Pada pengukuran sebuah benda, skala utama menunjukkan 57 mm dan garis ke-2 pada skala nonius berimpit. Hasil pengukuran benda tersebut adalah …

Pilihan Jawaban

A. 57,1 mm
B. 57,2 mm
C. 57,3 mm
D. 57,4 mm
E. 57,5 mm

Jawaban Benar

B. 57,2 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 57 mm.

Skala nonius = 2 × 0,1 mm = 0,2 mm.

Hasil pengukuran = 57 mm + 0,2 mm = 57,2 mm.

Jadi, hasil pengukurannya adalah 57,2 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan prinsip pembacaan jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran dari skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 26

Pertanyaan

Sebuah benda diukur menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm. Skala utama menunjukkan 75 mm dan garis ke-7 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Berapakah hasil pengukuran benda tersebut?

Pilihan Jawaban

A. 75,5 mm
B. 75,6 mm
C. 75,7 mm
D. 75,8 mm
E. 75,9 mm

Jawaban Benar

C. 75,7 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 75 mm.

Skala nonius = 7 × 0,1 mm = 0,7 mm.

Hasil pengukuran = 75 mm + 0,7 mm = 75,7 mm.

Jadi, hasil pengukurannya adalah 75,7 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami pembacaan hasil pengukuran jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung hasil pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 27

Pertanyaan

Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter luar sebuah cincin. Skala utama menunjukkan 48 mm dan garis ke-4 pada skala nonius berimpit. Jika ketelitian jangka sorong 0,1 mm, diameter luar cincin adalah …

Pilihan Jawaban

A. 48,2 mm
B. 48,3 mm
C. 48,4 mm
D. 48,5 mm
E. 48,6 mm

Jawaban Benar

C. 48,4 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 48 mm.

Skala nonius = 4 × 0,1 mm = 0,4 mm.

Hasil pengukuran = 48 mm + 0,4 mm = 48,4 mm.

Jadi, diameter luar cincin adalah 48,4 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami penggunaan jangka sorong untuk mengukur diameter luar.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan diameter benda berdasarkan hasil pembacaan skala jangka sorong.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 28

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Ketika digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, skala utama menunjukkan 62 mm dan garis ke-9 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Hasil pengukuran adalah …

Pilihan Jawaban

A. 62,6 mm
B. 62,7 mm
C. 62,8 mm
D. 62,9 mm
E. 63,0 mm

Jawaban Benar

D. 62,9 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 62 mm.

Skala nonius = 9 × 0,1 mm = 0,9 mm.

Hasil pengukuran = 62 mm + 0,9 mm = 62,9 mm.

Jadi, panjang benda adalah 62,9 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan pembacaan skala utama dan skala nonius.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran panjang menggunakan jangka sorong.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 29

Pertanyaan

Sebuah benda diukur dengan jangka sorong yang memiliki ketelitian 0,1 mm. Skala utama terbaca 86 mm, sedangkan garis ke-6 pada skala nonius berimpit dengan garis pada skala utama. Hasil pengukuran benda adalah …

Pilihan Jawaban

A. 86,4 mm
B. 86,5 mm
C. 86,6 mm
D. 86,7 mm
E. 86,8 mm

Jawaban Benar

C. 86,6 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 86 mm.

Skala nonius = 6 × 0,1 mm = 0,6 mm.

Hasil pengukuran = 86 mm + 0,6 mm = 86,6 mm.

Jadi, hasil pengukuran adalah 86,6 mm.

Kompetensi yang Diukur

Memahami dan menerapkan pembacaan jangka sorong.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menghitung hasil akhir pengukuran berdasarkan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Mudah.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Soal Nomor 30

Pertanyaan

Sebuah jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm. Pada pengukuran sebuah komponen, skala utama menunjukkan 93 mm dan garis ke-8 pada skala nonius berimpit dengan garis skala utama. Berapakah hasil pengukuran komponen tersebut?

Pilihan Jawaban

A. 93,6 mm
B. 93,7 mm
C. 93,8 mm
D. 93,9 mm
E. 94,0 mm

Jawaban Benar

C. 93,8 mm

Pembahasan Lengkap

Skala utama = 93 mm.

Skala nonius = 8 × 0,1 mm = 0,8 mm.

Hasil pengukuran = 93 mm + 0,8 mm = 93,8 mm.

Jadi, hasil pengukuran komponen adalah 93,8 mm.

Kompetensi yang Diukur

Menerapkan konsep pembacaan skala jangka sorong dalam pengukuran benda.

Indikator Pembelajaran

Peserta didik mampu menentukan hasil pengukuran secara tepat berdasarkan skala utama dan skala nonius.

Level Kognitif (Taksonomi Bloom C1–C6)

C3 – Menerapkan.

Tingkat Kesulitan

Sedang.

Estimasi Waktu Pengerjaan

2 menit.

Kesimpulan

Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda dengan ketelitian yang lebih tinggi daripada penggaris. Cara membaca jangka sorong dilakukan dengan memperhatikan skala utama dan skala nonius. Hasil pengukuran diperoleh dengan menjumlahkan nilai skala utama dan nilai skala nonius.

Dengan memahami letak garis nonius yang berimpit serta mengetahui ketelitian alat, hasil pengukuran dapat ditentukan dengan tepat. Latihan contoh soal jangka sorong secara rutin akan membantu meningkatkan ketelitian dalam membaca hasil pengukuran.

Related Articles