Italia dan Belgia kembali bertemu dalam pertandingan UEFA Nations League 2026/27. Duel ini menjadi laga pembuka Grup A1 dan sekaligus menandai dimulainya era baru bagi kedua tim dengan pelatih yang berbeda.
Pertandingan Italia vs Belgia dijadwalkan berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, pada Jumat, 25 September 2026 pukul 20.45 CEST atau Sabtu, 26 September 2026 pukul 01.45 WIB. FIGC dan UEFA sama-sama mengonfirmasi jadwal tersebut.
Pertemuan kali ini memiliki konteks berbeda dibanding laga-laga sebelumnya. Roberto Mancini kembali menangani Italia, sedangkan Mark van Bommel akan menjalani pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih Belgia.
Italia datang dengan proyek regenerasi setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Belgia juga sedang memasuki fase transisi setelah mencapai perempat final Piala Dunia 2026 sebelum disingkirkan Spanyol.
Jadwal Italia vs Belgia dan Informasi Pertandingan
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Pertandingan | Italia vs Belgia |
| Kompetisi | UEFA Nations League 2026/27 |
| Liga | League A |
| Grup | A1 |
| Matchday | 1 |
| Tanggal | Jumat, 25 September 2026 |
| Kick-off | 20.45 CEST / 01.45 WIB |
| Stadion | Stadio Olimpico |
| Kota | Roma, Italia |
| Pelatih Italia | Roberto Mancini |
| Pelatih Belgia | Mark van Bommel |
Italia tergabung di Grup A1 bersama Belgia, Prancis, dan Turki. Dua tim teratas grup akan melaju ke perempat final, sedangkan posisi keempat turun ke League B.
Dengan demikian, laga pembuka ini memiliki arti penting karena Italia dan Belgia akan langsung berhadapan sebelum menjalani rangkaian pertandingan berat lainnya.
Italia Memulai Era Baru Roberto Mancini
Pertandingan melawan Belgia menjadi laga pertama Roberto Mancini setelah kembali dipercaya sebagai pelatih Italia. Ia menggantikan Gennaro Gattuso setelah Italia gagal mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2026.
Mancini langsung melakukan perubahan besar dalam pemanggilan pemain. Sebanyak sembilan pemain mendapatkan panggilan perdana ke tim senior Italia dalam daftar 34 pemain yang disiapkan untuk rangkaian pertandingan Nations League.
Salah satu nama yang paling banyak mendapat perhatian adalah Francesco Pio Esposito. Penyerang Inter Milan tersebut telah mencetak lima gol dalam sembilan penampilan bersama Italia menurut catatan UEFA menjelang pertandingan ini.
Kembalinya Mancini juga menghadirkan sejumlah pemain yang pernah menjadi bagian dari kesuksesan Italia di era sebelumnya. Gianluigi Donnarumma, Nicolò Barella, Giovanni Di Lorenzo, dan Alessandro Bastoni merupakan bagian dari skuad Italia yang memenangkan Euro 2020.
Namun, Bastoni tidak dapat tampil dalam pertandingan ini karena menjalani skorsing. Federico Dimarco dan Bryan Cristante juga absen karena masalah kebugaran.
Federico Dimarco bahkan telah meninggalkan pemusatan latihan setelah dinyatakan belum pulih dari cedera yang dialaminya bersama klub. Matteo Ruggeri kemudian dipanggil sebagai pengganti.
Situasi tersebut membuat Mancini harus menemukan kombinasi baru di lini belakang sejak pertandingan pertama.
Form Italia Menjelang Duel dengan Belgia
Italia menutup rangkaian pertandingan sebelum Nations League dengan hasil yang relatif positif. Dalam lima laga terakhir sebelum menghadapi Belgia, Azzurri mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
| Pertandingan | Hasil Italia |
|---|---|
| Yunani vs Italia | 0-1 |
| Luksemburg vs Italia | 0-1 |
| Bosnia-Herzegovina vs Italia | 1-1 |
| Italia vs Irlandia Utara | 2-0 |
| Italia vs Norwegia | 1-4 |
Dua pertandingan terakhir Italia sebelum jeda internasional menghasilkan kemenangan atas Luksemburg dan Yunani dengan skor identik 1-0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Italia mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam dua pertandingan tersebut.
Namun, kekalahan 1-4 dari Norwegia dalam kualifikasi Piala Dunia menjadi catatan yang tidak bisa diabaikan. Kekalahan tersebut turut menjadi bagian dari periode sulit yang akhirnya membuat Italia gagal mencapai putaran final Piala Dunia 2026.
Artinya, kekuatan Italia saat ini belum sepenuhnya bisa dinilai hanya dari dua kemenangan terakhir. Tim Mancini harus membuktikan bahwa perbaikan tersebut dapat diterapkan ketika menghadapi lawan dengan kualitas seperti Belgia.
Belgia Membawa Pengalaman dari Piala Dunia 2026
Belgia memasuki pertandingan ini dengan modal pengalaman yang berbeda. The Red Devils berhasil melewati fase grup Piala Dunia 2026 dan kemudian mengalahkan Senegal serta Amerika Serikat sebelum tersingkir di perempat final setelah kalah 1-2 dari Spanyol.
Dalam lima pertandingan terakhir sebelum menghadapi Italia, Belgia mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
| Pertandingan | Hasil Belgia |
|---|---|
| Spanyol vs Belgia | 2-1 |
| Amerika Serikat vs Belgia | 1-4 |
| Belgia vs Senegal | 3-2 |
| Selandia Baru vs Belgia | 1-5 |
| Belgia vs Iran | 0-0 |
Belgia memperlihatkan produktivitas tinggi ketika menghadapi Amerika Serikat dan Selandia Baru. Mereka mencetak sembilan gol dalam dua pertandingan tersebut.
Namun, lawan yang lebih kuat memberikan tantangan berbeda. Belgia kalah dari Spanyol di perempat final Piala Dunia, sehingga pertandingan melawan Italia akan menjadi ujian pertama Van Bommel untuk membangun identitas baru tim.
Mark van Bommel Memulai Debut Kompetitif
Mark van Bommel ditunjuk sebagai pelatih baru Belgia dan pertandingan melawan Italia akan menjadi debutnya di kursi pelatih The Red Devils. UEFA menempatkan pergantian pelatih ini sebagai salah satu storyline utama matchday pertama Nations League.
Van Bommel memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang dapat menjadi fondasi tim. Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku tetap menjadi figur penting, sementara Youri Tielemans membawa pengalaman besar di lini tengah.
De Bruyne, yang kini berusia 35 tahun, masih berkomitmen membela Belgia. Ia mengatakan dirinya akan terus bermain untuk tim nasional selama tetap termotivasi dan berada dalam kondisi fisik yang baik.
Belgia juga memiliki sejumlah pemain generasi baru. Mika Godts menjadi salah satu nama yang mendapat perhatian setelah tampil produktif di Eredivisie dan kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain.
Kombinasi pengalaman De Bruyne dan perkembangan pemain muda akan menjadi bagian penting dari proyek Van Bommel.
Head to Head Italia vs Belgia
Secara historis, Italia memiliki catatan lebih baik dalam pertemuan langsung. Data UEFA mencatat Italia meraih 17 kemenangan, Belgia empat kemenangan, sementara lima pertandingan berakhir imbang dari pertemuan-pertemuan sebelumnya yang tercatat dalam daftar H2H tersebut.
Lima pertemuan terbaru juga menunjukkan persaingan yang cukup kompetitif.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 14 November 2024 | Belgia vs Italia | 0-1 |
| 10 Oktober 2024 | Italia vs Belgia | 2-2 |
| 10 Oktober 2021 | Italia vs Belgia | 2-1 |
| 2 Juli 2021 | Belgia vs Italia | 1-2 |
| 13 November 2015 | Belgia vs Italia | 3-1 |
Pertemuan terakhir di Roma pada 10 Oktober 2024 berakhir 2-2. Italia sempat unggul dua gol sebelum Belgia bangkit melalui Maxim De Cuyper dan Leandro Trossard.
Pada pertemuan berikutnya di Brussels, Italia menang 1-0 melalui pertandingan Nations League pada November 2024.
Rekor tersebut membuat H2H memberikan sedikit konteks tambahan bagi prediksi Italia vs Belgia, meskipun kondisi skuad dan pelatih kedua tim kini sudah berubah.
Perkiraan Starting XI Italia vs Belgia
Susunan pemain resmi baru akan diketahui menjelang kick-off. Karena itu, prediksi starting XI berikut bersifat proyeksi berdasarkan laporan latihan dan perkembangan terbaru, bukan susunan resmi.
Prediksi Formasi Italia: 4-3-3
Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Gianluca Mancini, Giorgio Scalvini, Riccardo Calafiori; Nicolò Barella, Alessandro Romano, Sandro Tonali; Nicolò Cambiaghi, Francesco Pio Esposito, Moise Kean.
Mancini dilaporkan menguji duet Pio Esposito dan Moise Kean dalam latihan. Sky Sport juga menyebut Cambiaghi berada dalam persaingan untuk mengisi posisi sayap kanan.
Absennya Bastoni membuat posisi bek tengah menjadi salah satu area yang harus diperhatikan. Beberapa laporan memproyeksikan Giorgio Scalvini mendapat kesempatan bermain bersama Gianluca Mancini.
Prediksi Formasi Belgia: 4-2-3-1
Senne Lammens; Timothy Castagne, Koni De Winter, Zeno Debast, Maxim De Cuyper; Youri Tielemans, Romeo Lavia; Mika Godts, Kevin De Bruyne, Dodi Lukebakio; Charles De Ketelaere.
Proyeksi tersebut menempatkan De Bruyne sebagai gelandang serang di belakang De Ketelaere. Tielemans dan Lavia diperkirakan menjadi dua pemain yang menjaga keseimbangan lini tengah Belgia.
Leandro Trossard menjadi salah satu pemain Belgia yang dilaporkan tidak tersedia karena cedera.
Analisis Taktik Italia
Italia kemungkinan menggunakan struktur 4-3-3 dengan mengandalkan penguasaan bola dan sirkulasi dari lini tengah. Barella dan Tonali dapat menjadi pemain penting untuk membawa bola dari area tengah menuju sepertiga akhir.
Peran Riccardo Calafiori juga berpotensi menjadi menarik. Bek Arsenal tersebut memiliki kemampuan membawa bola dan dapat membantu Italia menciptakan kelebihan jumlah pemain ketika membangun serangan dari belakang.
Di depan, kehadiran Pio Esposito dan Kean memberi Mancini opsi untuk menggunakan kekuatan fisik sekaligus mobilitas. Jika keduanya benar-benar dimainkan bersama, salah satu pemain dapat turun lebih dalam untuk membuka ruang bagi rekannya.
Masalah utama Italia adalah kestabilan pertahanan. Absennya Bastoni dan Dimarco membuat Mancini harus mengubah dua posisi yang biasanya dapat membantu proses build-up sekaligus menjaga struktur bertahan.
Cara Belgia Bisa Mengancam Italia
Belgia memiliki senjata utama melalui kreativitas De Bruyne dan pergerakan pemain di belakang penyerang. Dengan formasi 4-2-3-1, De Bruyne dapat mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan Italia.
Kecepatan pemain sayap juga dapat menjadi ancaman ketika Italia menaikkan posisi full-back. Situasi transisi akan menjadi salah satu momen yang perlu diperhatikan oleh lini pertahanan Azzurri.
Tielemans juga dapat membantu mengatur tempo permainan dari tengah. Sementara Lavia berpotensi memberikan perlindungan lebih besar di depan empat pemain belakang.
Kehadiran Lukaku dalam skuad Belgia juga memberikan opsi berbeda ketika Van Bommel membutuhkan permainan yang lebih langsung. Namun, proyeksi starting XI terbaru menunjukkan De Ketelaere sebagai penyerang tengah, sehingga peran Lukaku masih menjadi salah satu area yang dapat berubah sebelum pertandingan.
Duel Pemain Kunci: Barella vs De Bruyne
Pertarungan di lini tengah bisa menjadi salah satu penentu pertandingan. Nicolò Barella memiliki kemampuan membawa intensitas tinggi, melakukan pressing, dan masuk ke area berbahaya dari lini kedua.
De Bruyne menawarkan karakter berbeda melalui umpan progresif, visi bermain, dan kemampuan menciptakan peluang dari area tengah. Pengalamannya juga menjadi aset penting bagi Belgia dalam pertandingan besar.
Jika Italia berhasil membatasi ruang De Bruyne, Belgia bisa kehilangan salah satu sumber kreativitas utamanya. Sebaliknya, apabila De Bruyne mendapatkan ruang di belakang gelandang Italia, pertahanan tuan rumah dapat berada dalam tekanan.
Pio Esposito Jadi Sorotan Baru Italia
Nama Pio Esposito menjadi salah satu cerita utama menjelang pertandingan. UEFA mencatat pemain Inter tersebut sudah mencetak lima gol dari sembilan penampilan bersama tim nasional sebelum pertandingan melawan Belgia.
Performa tersebut membuat penyerang muda ini menjadi salah satu kandidat penting dalam proyek regenerasi Mancini. Bermain menghadapi pertahanan Belgia akan memberikan ujian berbeda dibanding lawan-lawan sebelumnya.
Keputusan Mancini untuk menguji Pio Esposito bersama Kean juga menunjukkan bahwa Italia sedang mencari kombinasi baru di lini depan. Jika kombinasi tersebut bekerja, Italia memiliki opsi serangan yang lebih fleksibel.
Faktor yang Bisa Menentukan Italia vs Belgia
Ada beberapa faktor penentu pertandingan.
1. Efektivitas lini tengah
Italia dan Belgia memiliki pemain tengah dengan kualitas teknis tinggi. Tim yang mampu menguasai area tengah kemungkinan dapat lebih sering mengontrol arah pertandingan.
2. Transisi setelah kehilangan bola
Kedua tim memiliki pemain yang mampu menyerang ruang terbuka. Kesalahan dalam build-up dapat langsung berubah menjadi peluang berbahaya.
3. Performa Donnarumma dan Lammens
Donnarumma memberikan pengalaman besar bagi Italia, sedangkan Senne Lammens diproyeksikan mengisi posisi penjaga gawang Belgia. Penampilan kedua kiper dapat berpengaruh jika pertandingan berlangsung ketat.
4. Absennya pemain utama
Italia kehilangan Bastoni karena skorsing serta Dimarco dan Cristante karena masalah fisik. Belgia juga tidak berada dalam kondisi skuad yang sepenuhnya ideal, dengan Trossard dilaporkan absen karena cedera.
5. Adaptasi pelatih baru
Mancini sudah mengenal lingkungan sepak bola Italia, tetapi tetap harus membangun ulang tim dengan banyak pemain baru. Van Bommel menghadapi tantangan berbeda karena pertandingan ini menjadi awal resmi proyeknya bersama Belgia.
Motivasi Italia dan Belgia
Italia memiliki motivasi besar untuk membuka Nations League dengan hasil positif setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Mancini sendiri menyatakan target untuk membawa Italia mencapai final Nations League dan menilai permainan bagus serta hasil positif dapat membantu memulai kembali perjalanan tim.
Pertandingan di Olimpico juga memiliki nilai simbolis. Roma menjadi lokasi pertandingan terakhir Italia melawan Belgia pada 2024, ketika kedua tim bermain imbang 2-2.
Belgia datang dengan pengalaman baru setelah mencapai perempat final Piala Dunia. Debut Van Bommel membuat laga ini menjadi kesempatan untuk melihat seberapa cepat pendekatan barunya dapat diterapkan di level internasional.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Italia diperkirakan mencoba mengambil kendali sejak awal dengan memanfaatkan dukungan publik di Stadio Olimpico. Barella dan Tonali berpotensi menjadi pemain yang banyak terlibat dalam progresi bola dari tengah.
Belgia kemungkinan tidak akan sekadar bertahan. Keberadaan De Bruyne dan pemain-pemain cepat di area depan membuat serangan balik menjadi opsi yang berbahaya.
Pertandingan dapat berjalan hati-hati pada babak pertama karena kedua pelatih masih membangun struktur baru. Italia memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, tetapi Belgia membawa pengalaman turnamen besar dan kualitas individu yang dapat mengubah pertandingan.
Jika Italia mampu menjaga intensitas pressing dan tidak memberikan ruang kepada De Bruyne, peluang mereka untuk mengendalikan pertandingan akan meningkat. Namun, Belgia tetap memiliki kapasitas untuk mencetak gol melalui kombinasi serangan cepat dan kualitas individu.
Prediksi Skor Italia vs Belgia
Berdasarkan performa terbaru, hasil lima pertandingan terakhir, rekor pertemuan, kondisi skuad, serta faktor kandang, Italia diperkirakan memiliki peluang sedikit lebih besar untuk mengawali Nations League dengan kemenangan.
Italia memang kehilangan beberapa pemain penting, tetapi pertandingan dimainkan di Roma dan mereka memiliki Donnarumma, Barella, Tonali, serta sejumlah pemain muda yang sedang berkembang.
Belgia memiliki kualitas untuk membuat pertandingan tetap terbuka, terutama melalui De Bruyne, Tielemans, Lukebakio, dan pemain depan lainnya. Namun, perubahan pelatih dan struktur baru membuat koordinasi mereka masih menjadi faktor yang belum sepenuhnya teruji.
Prediksi skor: Italia 2-1 Belgia
Prediksi ini merupakan analisis pra-pertandingan berdasarkan data statistik terbaru, performa kedua tim, kondisi skuad, rekor pertemuan, faktor kandang, dan aspek teknis lainnya. Hasil resmi pertandingan baru akan diketahui setelah laga selesai dimainkan.
FAQ Italia vs Belgia
Kapan Italia vs Belgia dimainkan?
Italia vs Belgia dimainkan pada Jumat, 25 September 2026 dalam matchday pertama UEFA Nations League 2026/27. Pertandingan berlangsung di Stadio Olimpico, Roma.
Italia vs Belgia kick-off jam berapa WIB?
Kick-off dijadwalkan pukul 20.45 CEST atau Sabtu, 26 September 2026 pukul 01.45 WIB. UEFA dan FIGC mencantumkan waktu pertandingan pada pukul 20.45 waktu Eropa Tengah.
Italia vs Belgia digelar di stadion mana?
Pertandingan berlangsung di Stadio Olimpico, Roma. Stadion ini menjadi kandang Italia untuk pertandingan pembuka Nations League 2026/27.
Italia dan Belgia berada di grup berapa?
Kedua negara berada di Grup A1 UEFA Nations League bersama Prancis dan Turki. Grup tersebut merupakan bagian dari League A.
Siapa pelatih Italia saat melawan Belgia?
Roberto Mancini menjadi pelatih Italia. Pertandingan melawan Belgia merupakan awal periode keduanya sebagai pelatih tim nasional Italia.
Siapa pelatih Belgia saat menghadapi Italia?
Belgia ditangani Mark van Bommel. Duel di Roma menjadi pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih The Red Devils.
Siapa pemain kunci Italia vs Belgia?
Gianluigi Donnarumma, Nicolò Barella, Sandro Tonali, dan Francesco Pio Esposito merupakan beberapa pemain Italia yang layak diperhatikan. Dari kubu Belgia, Kevin De Bruyne, Youri Tielemans, Romelu Lukaku, dan Charles De Ketelaere menjadi nama penting dalam struktur tim.
Apakah Italia dan Belgia sering bertemu?
Ya. Kedua negara memiliki sejarah panjang dalam pertandingan internasional dan telah bertemu berkali-kali, termasuk di UEFA Nations League, Euro, serta pertandingan persahabatan. Dalam catatan UEFA, Italia unggul dalam total kemenangan H2H.
Bagaimana hasil pertemuan terakhir Italia vs Belgia?
Pertemuan terakhir sebelum laga September 2026 terjadi pada 14 November 2024. Italia menang 1-0 atas Belgia dalam pertandingan UEFA Nations League.
Apakah Bastoni bisa bermain melawan Belgia?
Tidak. Alessandro Bastoni menjalani skorsing sehingga tidak tersedia untuk pertandingan ini. Italia juga kehilangan Federico Dimarco dan Bryan Cristante karena masalah fisik.
Apakah Pio Esposito berpeluang menjadi starter?
Pio Esposito menjadi salah satu kandidat utama di lini depan. UEFA mencatat ia telah mencetak lima gol dalam sembilan penampilan bersama Italia, sementara laporan latihan menunjukkan Mancini menguji dirinya bersama Moise Kean.
Apa prediksi skor Italia vs Belgia?
Prediksi skor untuk pertandingan ini adalah Italia 2-1 Belgia. Perkiraan tersebut mempertimbangkan faktor kandang Italia, performa terbaru, kualitas lini tengah, kondisi skuad, H2H, serta fase transisi yang sedang dijalani kedua tim.
Kesimpulan
Italia vs Belgia menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada matchday pertama UEFA Nations League 2026/27. Kedua tim sama-sama memasuki fase baru sehingga hasil pertandingan juga dapat menjadi gambaran awal arah proyek Mancini dan Van Bommel.
Italia memiliki keuntungan bermain di Roma dan membawa beberapa pemain berpengalaman seperti Donnarumma, Barella, dan Tonali. Mereka juga memiliki Pio Esposito sebagai salah satu wajah baru yang mencuri perhatian dalam proyek regenerasi.
Belgia tidak kalah berbahaya. De Bruyne masih menjadi pusat kreativitas, sementara pemain seperti Tielemans, Lavia, Lukebakio, dan De Ketelaere memberi Van Bommel sejumlah pilihan untuk membangun serangan.