Ikan nila sering menjadi lauk harian karena mudah ditemukan di pasar tradisional, supermarket, maupun penjualan daring. Dagingnya netral, bisa digoreng, dikukus, dipanggang, atau dimasak berkuah, sehingga cocok untuk menu keluarga.
Harga ikan nila tidak seragam. Nilai yang dibayar di pasar pagi berbeda dengan harga fillet di etalase dingin supermarket, dan berbeda lagi dengan nila hidup yang dikirim dari kolam. Ukuran, bentuk produk, wilayah, dan rantai distribusi ikut menentukan.
Dari sisi gizi, ikan nila air tawar dikenal sebagai sumber protein hewani dengan lemak yang relatif rendah jika dibandingkan dengan beberapa ikan berlemak. Angka kalori, protein, mineral, dan vitamin bergantung pada apakah ikan dihitung mentah atau sudah dimasak, serta bagian mana yang dimakan.
Manfaat makan ikan nila tidak berdiri sendiri. Porsi, pola makan keseluruhan, kebersihan saat membersihkan, dan cara memasak sama pentingnya dengan jenis ikannya. Ikan yang bergizi tetap bisa menjadi sumber risiko jika ditangani tanpa rantai dingin atau dimasak tidak matang.
Karena itu, keputusan membeli sebaiknya tidak berhenti pada harga. Ciri ikan nila segar, kondisi penyimpanan, dan bentuk produk—utuh, sudah dibersihkan, atau fillet—perlu dicek sebelum dibawa pulang.
Ringkasan Ikan Nila
- Ikan nila merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia.
- Harga berbeda berdasarkan daerah, ukuran, bentuk produk, dan kondisi pasar.
- Ikan nila merupakan sumber protein hewani.
- Angka gizi bergantung pada database, kondisi ikan, dan metode memasak.
- Manfaat kesehatan mengikuti kandungan gizi dan pola makan seimbang, bukan klaim pengobatan.
- Ikan segar dikenali dari mata, insang, daging, aroma, kulit, lendir, dan penyimpanan.
- Penyimpanan dingin penting untuk mempertahankan mutu.
- Cara memasak memengaruhi kalori, tekstur, dan keamanan pangan.
Ikan Nila Itu Apa?
Ikan nila adalah nama umum untuk ikan air tawar dari kelompok tilapia, dengan nama ilmiah yang paling sering merujuk pada Oreochromis niloticus. Di pasar, pembeli juga menemui nila merah dan nila hitam; keduanya tetap termasuk komoditas nila, bukan spesies laut.
Nila hidup di perairan tawar seperti kolam, waduk, dan keramba. Beberapa strain, termasuk nila salin, dikembangkan agar lebih tahan pada kondisi air tertentu. Kementerian Kelautan dan Perikanan menempatkan nila sebagai salah satu komoditas penting perikanan budidaya karena permintaan konsumsi dalam negeri tinggi dan potensi ekspor terus didorong.
Bentuk yang umum dijual:
- nila utuh, masih utuh termasuk sisik dan isi perut
- nila sudah dibersihkan atau belah punggung
- fillet
- nila segar (baru dimatikan atau baru dari kolam)
- nila beku
Dibanding lele atau patin, nila sering dipilih karena dagingnya lebih padat dan duri di badan relatif lebih mudah dihindari jika dipotong atau difillet. Namun mutu tetap bergantung pada pakan, lingkungan budidaya, dan penanganan setelah panen—bukan hanya pada nama “nila”.
Harga Ikan Nila Terbaru
Tidak ada satu harga ikan nila yang berlaku untuk seluruh Indonesia. Data pasar setempat, tingkat penjualan (produsen, grosir, eceran), dan bentuk produk harus dibaca terpisah.
| Jenis / konteks | Kisaran harga | Satuan | Wilayah | Tanggal data | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|
| Nila eceran pasar (rata-rata) | Rp 33.400 (terendah Rp 30.000, tertinggi Rp 36.000) | per kg | Semarang, Jawa Tengah | 21 September 2026 | SIHARPA / Sunfish Kota Semarang |
| Nila ukuran kecil (sekitar 10–12 ekor/kg) | sekitar Rp 20.000 | per kg | Labuhan Maringgai, Lampung Timur | 24 April 2025 | ANTARA |
| Nila ukuran besar (sekitar 5–6 ekor/kg) | sekitar Rp 30.000 | per kg | Labuhan Maringgai, Lampung Timur | 24 April 2025 | ANTARA |
| Nila tingkat pembudidaya | sekitar Rp 33.000 | per kg | Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan | 5 Juni 2026 | Tribun Banjar / keterangan pelaku pasar |
| Nila tingkat pasar | sekitar Rp 36.000–37.000 | per kg | Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan | 5 Juni 2026 | Tribun Banjar |
| Nila dari keramba | Rp 28.000 | per kg | Wonogiri, Jawa Tengah | 1 Januari 2026 | Tribun Solo (paguyuban pembudidaya) |
| Nila sudah dibersihkan | Rp 30.000 | per kg | Wonogiri, Jawa Tengah | 1 Januari 2026 | Tribun Solo |
| Nila 1 kg di platform daring (beragam bentuk) | sering Rp 30.000–60.000, ada yang lebih tinggi untuk produk siap masak | per kg atau per kemasan | Jabodetabek dan kota lain | pembaruan listing 2026 | agregator marketplace |
Tanggal data: lihat kolom tabel. Angka di atas adalah contoh kontekstual, bukan harga nasional hari ini.
Mengapa Harga Ikan Nila Berbeda?
Harga berubah karena ukuran dan jumlah ekor per kilogram. Nila kecil biasanya lebih murah per kilogram, tetapi dagingnya lebih sedikit.
Bentuk penjualan juga membedakan harga. Nila hidup, nila segar utuh, nila sudah dibersihkan, dan fillet tidak bisa disamakan. Fillet menanggung biaya tenaga, susut berat, dan rantai dingin.
Lokasi, musim, pasokan, permintaan, biaya distribusi, kualitas, serta tingkat pasar—dari kolam ke pengecer—ikut menaikkan atau menurunkan harga. Harga murah di sentra budidaya belum tentu sama dengan harga di kota yang jauh dari kolam.
Harga Ikan Nila di Pasar Tradisional
Di pasar basah, harga sering lebih fleksibel dan bisa ditawar. Yang perlu diperhatikan bukan hanya angka di papan, melainkan apakah ikan berada di atas es, baru datang, atau sudah lama terpapar udara panas.
Tanyakan isi per kilogram jika membeli “nila 1 kg”. Lima ekor besar dan dua belas ekor kecil sama-sama satu kilogram, tetapi hasil masakannya berbeda.
Harga Ikan Nila di Supermarket
Supermarket biasanya menjual produk dengan kemasan, label berat, dan etalase dingin. Harga per kilogram bisa lebih tinggi karena biaya rantai dingin, pemotongan, dan susut.
Bandingkan harga fillet dengan harga ikan utuh hanya setelah menyesuaikan berat bersih daging. Satu kilogram utuh tidak setara dengan satu kilogram fillet.
Harga Ikan Nila Online
Harga daring sering sudah termasuk jasa potong atau bumbu, tetapi belum termasuk ongkir. Perhatikan berat bersih, apakah hidup atau sudah dimatikan, penggunaan es atau ice pack, dan lama pengiriman.
Harga yang tampak murah bisa menjadi mahal jika berat kotor termasuk es, atau jika ikan tiba dalam kondisi tidak dingin.
Kandungan Gizi Ikan Nila
Kandungan gizi ikan nila per 100 gram bagian yang dapat dimakan tidak bersifat mutlak. Database berbeda, dan nilai berubah setelah dimasak karena air berkurang.
Data USDA untuk ikan nila mentah sering dipakai sebagai rujukan internasional:
| Zat gizi | Kandungan per 100 g (mentah) | Keterangan |
|---|---|---|
| Energi | 96 kkal | nila mentah |
| Protein | sekitar 20,08 g | sumber protein hewani |
| Lemak | sekitar 1,70 g | relatif rendah |
| Karbohidrat | 0 g | hampir tidak ada |
| Fosfor | sekitar 170 mg | mineral tulang dan energi sel |
| Kalium | sekitar 302 mg | elektrolit |
| Kalsium | sekitar 10 mg | lebih rendah daripada ikan yang dimakan dengan tulang lunak |
| Zat besi | sekitar 0,6 mg | bukan sumber zat besi utama |
| Selenium | sekitar 41,8 mcg | mineral antioksidan |
| Vitamin B12 | sekitar 1,6 mcg | fungsi sel darah dan saraf |
| Niasin (B3) | sekitar 3,9 mg | metabolisme energi |
Sumber: kompilasi data USDA yang dikutip database gizi (nila mentah).
Untuk nila dimasak panas kering (panggang/oven tanpa banyak minyak), USDA mencatat sekitar 128 kkal, protein 26,15 g, dan lemak 2,65 g per 100 gram. Kenaikan protein per 100 gram terjadi karena kadar air turun, bukan karena ikan “bertambah protein”.
Penelitian di Indonesia pada nila nirwana segar pernah mengukur protein sekitar 18,76 g per 100 g, dengan lemak sangat rendah. Perbedaan ini wajar: varietas, pakan, ukuran, dan metode analisis tidak sama.
Nilai gizi juga berubah jika ikan digoreng bertepung atau dimasak dengan santan. Yang dihitung lalu bukan hanya ikan, melainkan seluruh hidangan.
Apakah Ikan Nila Mengandung Omega-3?
Ikan nila mengandung asam lemak, termasuk sebagian omega-3, tetapi kandungannya umumnya lebih rendah dibanding ikan laut berlemak seperti kembung, salmon, atau sarden.
EPA dan DHA lebih banyak pada ikan berlemak. Nila cenderung lebih menonjol sebagai sumber protein rendah lemak daripada sebagai sumber omega-3 utama. Menyebut nila sebagai “sumber omega-3 terbaik” tidak sesuai dengan profil gizinya.
Kandungan lemak ikan budidaya juga dipengaruhi pakan. Karena itu, angka omega-3 antarlot dapat berbeda. Untuk asupan EPA/DHA yang lebih tinggi, ikan nila tetap bisa masuk menu, tetapi tidak menggantikan seluruh keragaman sumber ikan.
Manfaat Ikan Nila bagi Tubuh
Manfaat mengikuti zat gizinya dalam pola makan seimbang, bukan sebagai obat.
Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein
Protein diperlukan untuk enzim, hormon, dan perbaikan jaringan. Sekitar 20 gram protein per 100 gram nila mentah membuatnya relevan sebagai lauk protein hewani.
Mendukung Pemeliharaan Massa Otot
Asupan protein yang cukup, bersama latihan dan total kalori yang sesuai, membantu pemeliharaan otot. Ikan nila hanya salah satu sumber; hasilnya tidak otomatis muncul hanya karena menu nila.
Mendukung Pertumbuhan dan Perbaikan Jaringan
Asam amino pada protein ikan digunakan tubuh untuk pertumbuhan dan perbaikan. Ini berlaku umum untuk protein hewani berkualitas, bukan keistimewaan medis nila semata.
Menjadi Sumber Beberapa Vitamin dan Mineral
Nila menyumbang vitamin B12, niasin, fosfor, kalium, dan selenium dalam jumlah yang tercatat pada database. Kontribusinya membantu memenuhi kebutuhan harian, bukan menggantikan seluruh kelompok pangan.
Mendukung Pola Makan Seimbang
Dalam piring seimbang, nila mendampingi sumber karbohidrat, sayuran, dan lemak sehat. Manfaat terbesar muncul dari pola makan yang beragam, bukan dari satu jenis ikan yang dimakan berulang tanpa variasi.
Ikan Nila untuk Anak
Ikan nila dapat masuk menu anak karena protein dan tekstur daging yang relatif lunak setelah dimasak. Tulang tetap harus dihilangkan, potongan dibuat kecil, dan ikan dimasak sampai matang.
Risiko tersedak lebih terkait tulang dan ukuran suapan daripada jenis ikannya. Kebersihan talenan dan kematangan sama pentingnya.
Tidak ada dasar untuk menyatakan ikan nila otomatis membuat anak lebih pintar. Perkembangan anak dipengaruhi pola makan keseluruhan, stimulasi, tidur, dan faktor kesehatan lain.
Ikan Nila untuk Diet
Nila mentah relatif rendah kalori dan rendah lemak. Itu membuatnya mudah dimasukkan ke menu pengaturan berat badan, asalkan porsi dan cara memasak dikendalikan.
Nila kukus, rebus, atau panggang menjaga tambahan minyak tetap rendah. Nila goreng tepung dengan banyak minyak menaikkan kalori secara signifikan.
Ikan nila tidak “membakar lemak” dan tidak menjamin penurunan berat badan. Yang menentukan adalah defisit energi, kualitas menu, dan kebiasaan jangka panjang.
Cara Memilih Ikan Nila yang Segar
Ciri ikan nila segar dapat dilihat dari mata yang jernih, insang, daging elastis, aroma tidak busuk, kulit dan sisik yang masih baik, serta cara ikan disimpan.
Checklist praktis:
- Mata — jernih, tidak keruh pekat, tidak cekung dalam.
- Insang — cenderung merah, tidak cokelat/abu, tidak berlendir keruh berlebihan.
- Daging — elastis; bekas tekan kembali.
- Aroma — khas ikan segar, bukan bau busuk atau amonia.
- Kulit dan sisik — masih berkilau wajar, sisik tidak mudah rontok massal.
- Lendir — lapisan tipis alami berbeda dengan lendir tebal berbau.
- Penyimpanan — di atas es atau di etalase dingin, bukan di suhu ruang lama.
Badan Mutu KKP mengingatkan konsumen memperhatikan mata, insang, daging, aroma, lendir, dan kondisi penyimpanan.
Satu ciri saja tidak cukup. Gabungkan beberapa indikator.
Tabel Ciri Ikan Nila Segar vs Tidak Segar
| Bagian yang dicek | Ikan segar | Perlu dihindari |
|---|---|---|
| Mata | jernih, tidak cekung parah | keruh, cekung, kusam |
| Insang | merah, tidak berlendir keruh tebal | cokelat, abu, berlendir kotor |
| Daging | kenyal, bekas tekan kembali | lembek, berbekas dalam |
| Aroma | khas ikan, tidak menusuk | busuk, asam, amonia |
| Kulit | kilau wajar, utuh | kusam, luka banyak |
| Sisik | menempel relatif kuat | rontok mudah |
| Lendir | tipis, tidak berbau busuk | tebal, lengket, berbau |
| Penyimpanan | dingin/es | suhu ruang lama, lalat, genangan kotor |
Apakah Ikan Beku Lebih Buruk daripada Ikan Segar?
Tidak otomatis. Ikan beku yang dibekukan segera setelah panen dan dijaga rantai dingin dapat mempertahankan mutu dengan baik.
Kualitas bergantung pada kapan dibekukan, suhu, lama simpan, dan cara dicairkan. Label “segar” di etalase tanpa es bisa lebih buruk daripada produk beku yang ditangani benar.
KKP menegaskan ikan beku yang diproses dan disimpan dengan benar tidak otomatis lebih rendah mutunya.
Cara Menyimpan Ikan Nila
Jika akan dimasak dalam waktu dekat, bersihkan, masukkan wadah tertutup bersih, simpan di bagian dingin kulkas, dan pisahkan dari makanan matang. KKP menekankan rantai dingin dengan suhu penyimpanan dingin maksimal 4°C.
Untuk simpan lebih lama, bekukan dalam kemasan rapat. Cairkan di kulkas, bukan di suhu ruang berjam-jam. Jangan membekukan kembali ikan yang sudah mencair jika rantai dinginnya sudah terputus.
Cara Membersihkan Ikan Nila
- Siapkan pisau dan talenan bersih.
- Cuci tangan.
- Kerok sisik dari ekor ke kepala.
- Buang insang.
- Belah perut, keluarkan organ dalam.
- Bersihkan rongga perut hingga tidak ada sisa darah hitam.
- Bilas dengan air mengalir dingin.
- Jangan memakai talenan yang sama untuk sayur matang tanpa dicuci.
- Cuci alat dan area kerja.
Kebersihan tangan dan alat sama pentingnya dengan kesegaran ikan.
Cara Memasak Ikan Nila agar Aman dan Tetap Bergizi
Kukus, rebus, dan panggang menambah sedikit minyak. Bakar memberi aroma khas tetapi perlu dijaga agar tidak gosong berlebihan. Goreng mengubah tekstur dan menaikkan kalori.
KKP menyatakan ikan perlu dimasak hingga matang, dengan rentang suhu internal 64–74°C pada panduan keamanan pangan 2025. Hindari ikan mentah atau setengah matang yang tidak jelas asal dan higiene penyiapannya.
Tidak ada satu metode yang “paling sehat” untuk semua orang. Penderita tertentu mungkin perlu membatasi goreng atau kuah santan kental.
Apakah Ikan Nila Mengandung Formalin?
Formalin bukan bahan yang diizinkan untuk mengawetkan ikan konsumsi. Keberadaannya hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan resmi, bukan dari satu ciri visual atau “tes rumahan”.
Bau tajam atau tekstur kenyal tidak sama dengan hasil laboratorium. Jika ada dugaan penyalahgunaan bahan kimia, saluran yang relevan adalah pengawasan mutu resmi, bukan diagnosis di dapur.
Mitos dan Fakta Seputar Ikan Nila
| Mitos | Fakta |
|---|---|
| Ikan nila pasti tinggi lemak | Nila mentah umumnya rendah lemak dibanding banyak ikan berlemak |
| Ikan beku selalu lebih buruk | Mutu bergantung pada penanganan dan rantai dingin |
| Ikan murah pasti tidak segar | Harga juga dipengaruhi lokasi, ukuran, dan pasokan |
| Ikan yang sangat amis berarti normal | Aroma busuk atau amonia adalah tanda mutu menurun |
| Mata adalah satu-satunya indikator | Perlu gabungan mata, insang, daging, aroma, dan penyimpanan |
| Semua nila punya gizi sama | Pakan, ukuran, dan cara masak mengubah nilai gizi |
| Nila otomatis menurunkan berat badan | Kalori total dan pola makan yang menentukan |
| Nila menyembuhkan penyakit tertentu | Tidak ada dasar untuk klaim pengobatan |
KKP mengingatkan mitos mutu ikan, termasuk anggapan beku selalu buruk dan harga murah otomatis jelek, dapat menyesatkan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membeli Ikan Nila
- Hanya melihat harga.
- Tidak memeriksa mata.
- Tidak mencium aroma.
- Mengabaikan insang.
- Membeli ikan tanpa pendinginan.
- Tidak bertanya bentuk produk.
- Membandingkan harga utuh dengan fillet.
- Mengabaikan kebersihan kios.
- Mengabaikan rantai dingin.
- Menganggap ikan beku selalu buruk.
Membeli Ikan Nila di Pasar atau Supermarket, Mana yang Harus Diperhatikan?
Tidak ada pemenang mutlak. Mutu ditentukan penanganan, bukan label tempat.
| Faktor | Pasar tradisional | Supermarket |
|---|---|---|
| Kesegaran | bisa sangat baik jika stok baru dan beres | bergantung rotasi etalase |
| Pendinginan | bervariasi; cek es | biasanya lebih terstandar |
| Harga | sering lebih fleksibel | sering lebih tinggi per kg bersih |
| Pilihan bentuk | utuh dan hidup lebih umum | fillet dan kemasan lebih umum |
| Informasi produk | sering lisan | ada label berat/kedaluwarsa |
| Kemasan | longgar | tertutup |
KKP menekankan mutu dipengaruhi cara ikan ditangani dan disimpan, bukan semata tempat beli.
Cara Memilih Ikan Nila Secara Online
Periksa reputasi penjual, ukuran, berat bersih, bentuk produk, asal, sistem dingin, ice pack, estimasi tiba, kemasan, dan kebijakan komplain. Saat barang datang, cek suhu, aroma, dan tekstur sebelum dimasukkan kulkas.
KKP merekomendasikan perhatian pada reputasi, informasi produk, rantai dingin, pengemasan, dan kondisi saat diterima.
Perbedaan Nila Utuh, Nila Bersih, dan Fillet
| Bentuk | Kelebihan | Kekurangan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Utuh | harga per kg sering lebih rendah; bisa dinilai kesegaran utuh | perlu dibersihkan; ada sisik dan isi perut | masak utuh, kuah, bakar |
| Dibersihkan | lebih cepat dimasak | harga biasanya naik; bagian tertentu sudah tidak terlihat | goreng, pepes, bakar |
| Fillet | praktis, duri minimal | harga per kg lebih tinggi; lebih sulit menilai ikan utuh | anak, diet, tumis cepat |
Harga per kilogram tidak dibandingkan langsung jika bentuknya berbeda.
Apakah Harga Murah Berarti Ikan Nila Tidak Berkualitas?
Tidak selalu. Harga rendah bisa berasal dari sentra produksi, ukuran kecil, panen berlebih, atau penjualan langsung dari kolam.
Harga tinggi juga bukan jaminan mutu jika rantai dingin putus. Bandingkan harga dengan kondisi fisik ikan, bukan sebaliknya.
Tips Membeli Ikan Nila untuk Keluarga
Sebelum membeli
Tentukan berat, bentuk, dan kapan akan dimasak.
Saat membeli
Periksa mata, insang, aroma, daging, kulit, lendir, dan pendinginan.
Setelah membeli
Bawa pulang cepat, jaga dingin, pisahkan dari makanan matang, bersihkan aman, masak hingga matang.
FAQ Ikan Nila
1. Ikan nila termasuk ikan apa?
Ikan nila termasuk ikan air tawar budidaya, umumnya Oreochromis niloticus.
2. Berapa harga ikan nila per kilogram?
Harga berbeda per wilayah dan bentuk; contoh eceran Semarang 21 September 2026 rata-rata Rp 33.400 per kg.
3. Berapa harga ikan nila 1 kg?
Satu kilogram bisa berharga sekitar Rp 28.000–37.000 di beberapa pasar daerah, atau lebih tinggi untuk produk daring/siap masak.
4. Apa kandungan gizi ikan nila?
Per 100 g mentah, database USDA mencatat sekitar 96 kkal, 20 g protein, dan 1,7 g lemak, plus mineral dan vitamin B.
5. Berapa protein ikan nila per 100 gram?
Sekitar 20 g pada nila mentah (USDA); nila matang per 100 g bisa lebih tinggi karena air berkurang.
6. Apakah ikan nila mengandung omega-3?
Ya, dalam jumlah terbatas; bukan sumber omega-3 tertinggi dibanding ikan laut berlemak.
7. Apa manfaat ikan nila?
Membantu memenuhi protein dan beberapa mikronutrien dalam pola makan seimbang.
8. Apakah ikan nila baik untuk anak?
Bisa, jika tulang dihilangkan, potongan kecil, dan dimasak matang.
9. Apakah ikan nila cocok untuk diet?
Cocok sebagai lauk berprotein rendah lemak jika tidak digoreng berlebihan.
10. Bagaimana ciri ikan nila segar?
Mata jernih, insang merah, daging elastis, aroma tidak busuk, penyimpanan dingin.
11. Bagaimana membedakan ikan nila segar dan tidak segar?
Gabungkan cek mata, insang, tekstur, aroma, lendir, dan suhu simpan.
12. Apakah ikan nila beku tetap bergizi?
Ya, jika pembekuan dan rantai dinginnya baik.
13. Bagaimana cara menyimpan ikan nila?
Di kulkas maksimal sekitar 4°C untuk penyimpanan dingin, atau bekukan untuk jangka lebih lama.
14. Berapa lama ikan nila dapat disimpan?
Di suhu dingin, segera masak dalam waktu singkat; pembekuan memperpanjang simpan jika kemasan rapat. Lama pasti bergantung suhu dan kondisi awal ikan.
15. Bagaimana cara membersihkan ikan nila?
Buang sisik, insang, dan isi perut, lalu bilas air dingin dan cuci alat.
16. Apakah ikan nila aman digoreng?
Aman jika matang dan minyak bersih; kalori akan lebih tinggi.
17. Apakah ikan nila mengandung formalin?
Tidak boleh; keberadaan bahan kimia hanya dipastikan lewat uji resmi.
18. Apakah harga murah berarti ikan nila tidak berkualitas?
Tidak selalu.
19. Mana lebih baik, ikan nila utuh atau fillet?
Tergantung kebutuhan: utuh lebih mudah dinilai kesegarannya; fillet lebih praktis.
20. Bagaimana memilih ikan nila di supermarket?
Cek tanggal, suhu etalase, warna daging, dan kemasan utuh.