Prediksi Yunani vs Belanda: Analisis, Statistik, H2H, dan Susunan Pemain

Pertandingan Yunani vs Belanda menjadi salah satu laga penting pada matchday 3 UEFA Nations League 2026/27. Yunani datang sebagai pemuncak League A Grup 2 setelah meraih dua kemenangan, sedangkan Belanda berada di posisi kedua dengan empat poin.

Laga ini semakin menarik karena kedua tim sama-sama belum terkalahkan dalam dua pertandingan awal Nations League. Yunani memiliki keuntungan bermain di Toumba Stadium, tetapi Belanda membawa pengalaman dan rekor pertemuan yang jauh lebih baik.

Jadwal Yunani vs Belanda dan Informasi Pertandingan

Sebelum membahas prediksi, berikut informasi utama pertandingan yang menjadi acuan analisis.

InformasiDetail
PertandinganYunani vs Belanda
KompetisiUEFA Nations League 2026/27
LigaLeague A, Grup 2
Matchday3
TanggalKamis, 1 Oktober 2026
StadionToumba Stadium, Thessaloniki
Kick-off lokal20.45 waktu Yunani
Kick-off WIB01.45 WIB, Jumat 2 Oktober
Pelatih YunaniIvan Jovanović
Pelatih BelandaXavi Hernández

UEFA mencatat pertandingan Yunani vs Belanda berlangsung di Toumba Stadium, Thessaloniki, pada 1 Oktober 2026. Sementara jadwal resmi federasi Yunani dan federasi Belanda mencantumkan waktu kick-off 21.45 waktu setempat yang setara dengan 01.45 WIB pada 2 Oktober.

Catatan waktu ini penting bagi pembaca Indonesia karena tanggal pertandingan di Yunani berbeda dengan tanggal kalender WIB.

Klasemen League A Grup 2 Menjelang Laga

Posisi klasemen membuat pertandingan ini mempunyai arti besar bagi kedua tim.

Federasi Sepak Bola Yunani mencatat Yunani berada di puncak dengan enam poin dari dua pertandingan, sedangkan Belanda mengoleksi empat poin. Jerman baru memiliki satu poin dan Serbia belum mendapatkan poin setelah dua laga.

PosisiTimMainMenangSeriKalahGolPoin
1Yunani22003-16
2Belanda21103-24
3Jerman20111-21
4Serbia20022-40

Bagi Yunani, kemenangan akan memperkuat posisi mereka di puncak dan membuka jarak lima poin dari Belanda. Sebaliknya, Belanda mempunyai kesempatan mengambil alih posisi pertama apabila mampu menang di Thessaloniki.

Performa Terbaru Yunani

Awal kampanye Nations League memberikan perubahan besar terhadap momentum Yunani. Setelah melewati periode yang kurang konsisten pada paruh pertama 2026, tim asuhan Ivan Jovanović justru memenangkan dua laga pertama League A.

Yunani menang 2-1 atas Serbia pada 24 September sebelum mengalahkan Jerman 1-0 pada 27 September. Dua pertandingan tersebut sama-sama dimainkan di kandang lawan.

Lima pertandingan terakhir Yunani di semua kompetisi adalah:

PertandinganHasil
Jerman vs YunaniMenang 0-1
Serbia vs YunaniMenang 1-2
Yunani vs ItaliaKalah 0-1
Swedia vs YunaniSeri 2-2
Hongaria vs YunaniSeri 0-0

Salah satu hal yang menonjol adalah kemampuan Yunani menjaga pertandingan tetap ketat. Dalam kemenangan atas Jerman, mereka hanya menguasai 24 persen bola dan mencatat satu tembakan tepat sasaran, tetapi tetap berhasil mencetak gol kemenangan.

Situasi tersebut memperlihatkan karakter Yunani yang tidak selalu membutuhkan penguasaan bola besar untuk menghasilkan kemenangan. Mereka bisa bertahan dalam blok yang rapat, kemudian memanfaatkan momen transisi atau bola mati.

Belanda Membawa Rekor Positif Sebelum Bertemu Yunani

Belanda juga memasuki pertandingan dengan hasil positif. Tim asuhan Xavi Hernández bermain imbang 1-1 melawan Jerman pada laga pertama sebelum menang 2-1 di markas Serbia.

Dalam lima pertandingan terakhir, Belanda mencatat satu hasil imbang di waktu normal pada fase gugur Piala Dunia 2026, kemenangan atas Tunisia dan Swedia, serta dua hasil positif pada Nations League.

PertandinganHasil
Serbia vs BelandaMenang 1-2
Belanda vs JermanSeri 1-1
Belanda vs MarokoSeri 1-1, kalah adu penalti
Tunisia vs BelandaMenang 1-3
Belanda vs SwediaMenang 5-1

Di Piala Dunia 2026, Belanda juga menjalani fase grup dengan tujuh poin setelah menang atas Swedia dan Tunisia serta bermain imbang melawan Jepang. Mereka kemudian tersingkir dari Maroko melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 1-1.

Secara keseluruhan, catatan tersebut menunjukkan Belanda memiliki produktivitas serangan yang cukup baik. Namun, mereka juga masih memberikan ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang.

Statistik Serangan Yunani dan Belanda

Data dua pertandingan awal Nations League memberikan gambaran menarik mengenai perbedaan pendekatan kedua tim.

Yunani menghasilkan 34 tembakan dalam dua pertandingan dengan 10 di antaranya tepat sasaran. Mereka mencetak tiga gol dan hanya kebobolan satu kali.

Belanda melepaskan 47 tembakan dalam dua pertandingan, jauh lebih banyak daripada Yunani. Dari jumlah tersebut, 18 tembakan mengarah ke gawang dan menghasilkan tiga gol.

Statistik Nations League 2026/27YunaniBelanda
Pertandingan22
Gol33
Kebobolan12
Total tembakan3447
Tembakan tepat sasaran1018
Clean sheet10
Poin64

Angka tersebut menunjukkan Belanda lebih aktif menghasilkan tembakan. Yunani, sebaliknya, mempunyai efektivitas hasil yang sangat baik karena mampu meraih enam poin meski volume serangannya lebih rendah.

Bagaimana dengan xG?

Data xG pertandingan juga memberikan konteks penting. Dalam hasil imbang 1-1 melawan Jerman, Belanda dilaporkan menghasilkan 3,18 expected goals berbanding 1,45 milik Jerman.

Angka tersebut menunjukkan bahwa hasil seri tidak sepenuhnya menggambarkan kualitas peluang yang diciptakan Belanda. Dengan pendekatan penguasaan bola dan penciptaan peluang yang lebih agresif, Belanda berpotensi memberikan tekanan besar kepada pertahanan Yunani.

Head to Head Yunani vs Belanda

Secara historis, Belanda mempunyai keunggulan yang sangat jelas atas Yunani.

UEFA mencatat kedua negara sudah bertemu 11 kali sebelum pertandingan ini. Yunani hanya menang sekali, satu laga berakhir imbang, sedangkan Belanda memenangkan sembilan pertemuan.

Pertemuan kompetitif terbaru terjadi pada kualifikasi Euro 2024. Belanda menang 3-0 di Eindhoven pada September 2023 dan kemudian menang 1-0 di Athena pada Oktober 2023.

TanggalPertandinganHasil
16 Okt 2023Yunani vs Belanda0-1
7 Sep 2023Belanda vs Yunani3-0
1 Sep 2016Belanda vs Yunani1-2
28 Apr 2004Belanda vs Yunani4-0
4 Des 1991Yunani vs Belanda0-2

Rekor tersebut memberikan keuntungan historis bagi Belanda, tetapi hasil lama tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya dasar prediksi. Kondisi kedua tim pada Oktober 2026 sudah berubah, terutama dengan hadirnya generasi pemain muda Yunani dan pergantian pelatih di Belanda.

Kondisi Skuad Yunani Jelang Pertandingan

Yunani tampaknya tidak mempunyai alasan besar untuk melakukan perubahan drastis setelah berhasil memenangkan dua pertandingan pembuka Nations League.

Ivan Jovanović menggunakan struktur 4-4-2 dalam dua laga pertama melawan Serbia dan Jerman. Kostas Tzolakis menjadi penjaga gawang dan tercatat membuat delapan penyelamatan dari sembilan tembakan tepat sasaran yang dihadapi Yunani dalam dua laga tersebut.

Vangelis Pavlidis menjadi salah satu pemain yang berpotensi memimpin lini depan. Christos Tzolis juga menjadi ancaman penting, sementara pemain muda seperti Konstantinos Karetsas memberikan opsi untuk membawa kecepatan dan kreativitas.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Dimitris Kourbelis. Gelandang tersebut mencetak gol kemenangan Yunani ketika mengalahkan Jerman 1-0.

Belanda Kehilangan Gakpo dan Brobbey

Situasi skuad Belanda sedikit lebih rumit karena dua pemain depan mengalami masalah kebugaran.

Cody Gakpo dipastikan mundur dari skuad karena cedera pergelangan kaki. KNVB mengonfirmasi bahwa pemain tersebut akan melewatkan pertandingan melawan Yunani dan Serbia.

Brian Brobbey juga tidak tersedia setelah mengalami cedera hamstring dalam pertandingan melawan Jerman. Joshua Zirkzee kemudian dipanggil untuk menggantikannya dalam skuad Belanda.

Kehilangan dua opsi tersebut membuat perhatian beralih kepada Mexx Meerdink dan Ruben van Bommel. Meerdink bahkan mencetak dua gol ketika Belanda menang 2-1 atas Serbia, sedangkan Van Bommel memberikan assist untuk gol Belanda ketika menghadapi Jerman.

Prediksi Starting XI Yunani vs Belanda

Susunan pemain resmi belum tersedia sebelum pertandingan. Karena itu, komposisi berikut merupakan prediksi berdasarkan formasi, pemain yang digunakan pada pertandingan sebelumnya, serta kondisi skuad terbaru.

Prediksi XI Yunani

Formasi: 4-4-2

Kostas Tzolakis; Georgios Vagiannidis, Konstantinos Mavropanos, Panagiotis Retsos, Kostas Tsimikas; Konstantinos Karetsas, Dimitris Kourbelis, Christos Zafeiris, Christos Tzolis; Charalampos Kostoulas, Vangelis Pavlidis.

Prediksi ini sejalan dengan struktur 4-4-2 yang digunakan Jovanović pada dua pertandingan awal. Beberapa perubahan tetap mungkin terjadi karena susunan resmi baru dapat dipastikan setelah tim mengumumkannya.

Prediksi XI Belanda

Formasi: 4-3-3

Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Micky van de Ven; Ryan Gravenberch, Joey Veerman, Tijjani Reijnders; Crysencio Summerville, Mexx Meerdink, Ruben van Bommel.

Absennya Gakpo dan Brobbey membuat lini depan menjadi bagian yang paling sulit diprediksi. Meerdink mendapatkan momentum besar setelah dua gol melawan Serbia, sementara Van Bommel menunjukkan dampak positif sejak debutnya bersama tim senior.

Perbedaan Taktik Ivan Jovanović dan Xavi Hernández

Pertandingan ini kemungkinan mempertemukan dua pendekatan yang cukup berbeda.

Yunani cenderung nyaman bermain lebih dalam dan mengandalkan organisasi pertahanan. Kemenangan atas Jerman menjadi contoh paling jelas karena mereka hanya menguasai 24 persen bola tetapi mampu menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan.

Belanda lebih berorientasi pada penguasaan bola dan penciptaan peluang. Xavi sendiri menyatakan setelah dua pertandingan pertamanya bahwa tim masih perlu meningkatkan permainan menyerang, pressing, pelebaran lapangan, dan kecepatan sirkulasi bola.

Apa yang Bisa Menjadi Kunci?

Jika Belanda terlalu lambat mengalirkan bola, Yunani berpeluang mempertahankan blok pertahanan mereka dengan lebih mudah. Namun, jika Belanda mampu mempercepat sirkulasi dan menarik bek Yunani keluar dari posisinya, ruang di belakang lini tengah bisa terbuka.

Yunani kemungkinan akan mencari momen melalui serangan balik. Pavlidis dan Tzolis dapat menjadi pemain penting ketika tuan rumah berhasil memenangkan bola dan langsung menyerang area pertahanan Belanda.

Duel Pemain Kunci Yunani vs Belanda

Pertandingan ini tidak hanya bergantung pada kualitas pemain bintang. Beberapa duel di lini tengah dan area sayap bisa menentukan tim mana yang lebih mampu mengontrol pertandingan.

Vangelis Pavlidis vs Virgil van Dijk

Pavlidis berpotensi menjadi target utama serangan Yunani, terutama ketika tuan rumah melakukan transisi cepat. Van Dijk akan mempunyai tugas penting untuk memenangkan duel udara sekaligus menjaga jarak antarlini.

Jika Pavlidis mampu menerima bola dengan ruang yang cukup, Yunani bisa menciptakan serangan berbahaya. Sebaliknya, dominasi Van Dijk dapat membuat serangan langsung Yunani lebih mudah dipatahkan.

Christos Tzolis vs Denzel Dumfries

Tzolis mempunyai karakter yang cocok untuk situasi satu lawan satu dan serangan dari sisi lapangan. Dumfries, dengan pengalaman dan kemampuan menyerang dari bek sayap, juga dapat memaksa Tzolis lebih banyak bertahan.

Duel ini menarik karena kedua pemain mempunyai kecenderungan menyerang. Tim yang lebih mampu mengendalikan area sayap dapat memperoleh keuntungan besar.

Mexx Meerdink vs Bek Yunani

Meerdink memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencetak dua gol melawan Serbia. Penyerang muda tersebut juga menjadi salah satu solusi Belanda setelah absennya Brobbey dan Gakpo.

Pertahanan Yunani akan berusaha membatasi ruang geraknya sejak awal. Jika Meerdink dapat menerima bola di area berbahaya, kualitas penyelesaian akhirnya akan menjadi ujian serius bagi Tzolakis.

Faktor yang Bisa Menentukan Hasil Pertandingan

Ada beberapa aspek yang menurut analisis data paling berpengaruh terhadap peluang kedua tim.

1. Efektivitas Yunani dalam bertahan

Yunani baru kebobolan satu gol dalam dua pertandingan Nations League. Kemampuan mempertahankan struktur pertahanan menjadi salah satu alasan utama mereka mampu mengalahkan Serbia dan Jerman.

2. Kreativitas Belanda tanpa Gakpo

Belanda kehilangan Gakpo yang mencetak gol penyama kedudukan melawan Jerman. Tanpa pemain tersebut, Xavi harus menemukan kombinasi baru di lini depan.

3. Volume tembakan Belanda

Belanda mencatat 47 tembakan dalam dua pertandingan Nations League, dibandingkan 34 milik Yunani. Jika jumlah peluang tersebut dapat dipertahankan dengan kualitas penyelesaian yang baik, tekanan kepada tuan rumah akan meningkat.

4. Efektivitas serangan balik Yunani

Yunani tidak membutuhkan banyak penguasaan bola untuk mencetak gol. Cara mereka mengubah perebutan bola menjadi serangan cepat dapat menjadi masalah bagi Belanda jika bek sayap terlalu tinggi.

5. Jadwal yang padat

Kedua tim memainkan tiga pertandingan Nations League dalam rentang waktu relatif singkat. Yunani menghadapi Serbia pada 24 September, Jerman pada 27 September, kemudian Belanda pada 1 Oktober, sedangkan Belanda menghadapi Jerman, Serbia, lalu Yunani dalam periode yang sama.

Rotasi dan kondisi fisik bisa berpengaruh, terutama pada pemain yang mendapatkan menit bermain tinggi dalam dua laga sebelumnya.

Cuaca dan Kondisi Lapangan

Prakiraan cuaca untuk Thessaloniki pada 1 Oktober menunjukkan kondisi yang cenderung cerah dengan peluang hujan rendah. Suhu diperkirakan berada di kisaran pertengahan 20-an derajat Celsius pada siang hari dan lebih sejuk pada malam hari.

Dengan kondisi tersebut, cuaca diperkirakan tidak menjadi faktor besar yang menghambat permainan. Kedua tim seharusnya dapat menjalankan pendekatan taktis mereka secara normal.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Yunani kemungkinan tidak akan terburu-buru mengambil risiko pada awal pertandingan. Dengan enam poin dari dua laga, tuan rumah mempunyai alasan untuk bermain disiplin sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Belanda diperkirakan lebih banyak memegang bola dan mencoba menggerakkan pertahanan Yunani dari sisi ke sisi. Statistik dua laga pertama menunjukkan volume serangan Belanda memang lebih tinggi dibandingkan Yunani.

Babak pertama berpotensi berjalan ketat apabila Yunani mampu mempertahankan jarak antarlini. Belanda mungkin membutuhkan sirkulasi bola yang cepat untuk memaksa pemain Yunani meninggalkan zona pertahanan.

Memasuki babak kedua, kualitas pergantian pemain bisa menjadi faktor penting. Absennya Gakpo dan Brobbey membuat keputusan Xavi mengenai pemain pengganti akan mendapatkan perhatian lebih besar.

Yunani tetap mempunyai peluang mencetak gol melalui bola mati atau serangan balik. Namun, jika Belanda mampu mengontrol lini tengah dan mengurangi kehilangan bola, tim tamu mempunyai peluang menciptakan lebih banyak peluang bersih.

Prediksi Skor Yunani vs Belanda

Berdasarkan performa terbaru, statistik dua pertandingan awal, rekor head to head, kualitas skuad, kondisi pemain, serta pendekatan taktik kedua tim, pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat.

Yunani memiliki momentum luar biasa setelah menang atas Serbia dan Jerman, ditambah keuntungan bermain di Toumba Stadium. Belanda mempunyai kualitas dan pengalaman lebih besar, tetapi absennya Gakpo dan Brobbey mengurangi beberapa opsi penting di lini serang.

Secara statistik, Belanda menghasilkan lebih banyak tembakan dan mempunyai kemampuan menciptakan peluang dengan volume tinggi. Namun, Yunani terbukti sangat efisien ketika menghadapi lawan yang lebih dominan dalam penguasaan bola.

Prediksi skor: Yunani 1-1 Belanda

Hasil imbang menjadi skenario yang cukup masuk akal jika Yunani kembali mampu menjaga organisasi pertahanannya sementara Belanda menguasai permainan tetapi belum sepenuhnya menemukan efektivitas terbaik di lini depan.

Prediksi ini merupakan analisis pra-pertandingan berdasarkan data statistik terbaru, performa kedua tim, kondisi skuad, rekor pertemuan, serta faktor teknis lainnya. Hasil resmi pertandingan baru diketahui setelah laga selesai dimainkan.

FAQ Prediksi Yunani vs Belanda

Kapan pertandingan Yunani vs Belanda dimainkan?

Yunani vs Belanda dimainkan pada Kamis, 1 Oktober 2026 waktu setempat dalam matchday 3 UEFA Nations League 2026/27. Kick-off tercantum pukul 21.45 waktu Yunani atau 01.45 WIB pada Jumat, 2 Oktober.

Di stadion mana Yunani vs Belanda berlangsung?

Pertandingan digelar di Toumba Stadium, Thessaloniki, Yunani. Stadion tersebut menjadi kandang Yunani untuk pertandingan Nations League ini.

Siapa yang berada di posisi lebih tinggi sebelum pertandingan?

Yunani berada di posisi pertama dengan enam poin dari dua pertandingan. Belanda berada di posisi kedua dengan empat poin.

Bagaimana lima pertandingan terakhir Yunani?

Dalam lima laga terakhir, Yunani mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Dua kemenangan terakhir terjadi pada Nations League ketika mereka mengalahkan Serbia dan Jerman.

Bagaimana performa lima pertandingan terakhir Belanda?

Belanda mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir pada waktu normal. Salah satu hasil imbang terjadi saat melawan Maroko di Piala Dunia 2026 sebelum mereka kalah melalui adu penalti.

Bagaimana rekor head to head Yunani vs Belanda?

Belanda unggul jauh dalam sejarah pertemuan. Dari 11 pertandingan, Yunani menang satu kali, satu kali imbang, dan Belanda memenangkan sembilan pertandingan.

Apakah Cody Gakpo bermain melawan Yunani?

Gakpo dipastikan tidak bermain karena cedera pergelangan kaki. KNVB mengonfirmasi bahwa ia mundur dari skuad untuk pertandingan Nations League melawan Yunani dan Serbia.

Apakah Brian Brobbey tersedia untuk Belanda?

Brobbey juga tidak tersedia setelah mengalami cedera hamstring. Joshua Zirkzee dipanggil sebagai penggantinya dalam skuad Belanda.

Siapa pelatih Yunani dan Belanda?

Yunani dilatih Ivan Jovanović, sedangkan Belanda ditangani Xavi Hernández. Xavi baru memulai masa kepelatihannya bersama tim nasional Belanda pada jeda internasional September 2026.

Siapa yang lebih produktif dalam menciptakan tembakan?

Belanda lebih produktif dari sisi volume tembakan. Dalam dua pertandingan Nations League, Belanda mencatat 47 tembakan dan 18 tembakan tepat sasaran, sedangkan Yunani menghasilkan 34 tembakan dan 10 tembakan tepat sasaran.

Berapa prediksi skor Yunani vs Belanda?

Berdasarkan kombinasi performa terbaru, pertahanan Yunani, volume serangan Belanda, absennya beberapa pemain depan Belanda, serta karakter taktik kedua tim, pertandingan diperkirakan berakhir Yunani 1-1 Belanda.

Kesimpulan

Yunani vs Belanda mempertemukan dua tim yang sedang berada di posisi teratas League A Grup 2. Yunani memiliki enam poin sempurna, sedangkan Belanda mengoleksi empat poin setelah dua pertandingan.

Tuan rumah mempunyai modal berupa dua kemenangan tandang dan pertahanan yang baru kebobolan satu gol. Belanda membawa keunggulan historis dalam head to head serta volume serangan yang lebih tinggi.

Absennya Cody Gakpo dan Brian Brobbey menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam membaca kekuatan lini depan Belanda. Di sisi lain, kemunculan Mexx Meerdink dan Ruben van Bommel memberikan opsi muda yang sudah menunjukkan kontribusi pada dua laga pertama era Xavi.

Related Articles